JFX Perkuat Ekosistem Perdagangan Berjangka di Tengah Geopolitik Global

Oleh Dwi Natasya pada 15 Apr 2026, 13:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Ketidakpastian geopolitik global mendorong volatilitas harga komoditas strategis seperti energi dan logam mulia. Kondisi ini meningkatkan kebutuhan akan perdagangan yang transparan serta instrumen lindung nilai yang mampu mengelola risiko.

Di tengah situasi tersebut, perdagangan berjangka semakin berperan dalam menjaga stabilitas pasar. Selain itu, mekanisme ini membantu pembentukan harga yang efisien dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha serta investor.

Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta, Yazid Kanca Surya, menyatakan pentingnya instrumen lindung nilai. Menurutnya, pelaku pasar membutuhkan perlindungan risiko untuk menjaga keberlanjutan usaha di tengah ketidakpastian global.

Ia menambahkan bahwa perdagangan berjangka menawarkan sistem yang transparan dan terstandarisasi. Selain itu, mekanisme ini juga mendukung pembentukan harga yang kredibel di pasar komoditas.

Sejalan dengan itu, JFX terus memperkuat ekosistem perdagangan yang transparan dan terawasi. Langkah ini dilakukan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi seluruh pelaku pasar di Indonesia.

Dari sisi kinerja, JFX mencatat kontribusi besar dari sektor komoditas fisik. Selain itu, pangsa pasar ekspor timah Indonesia yang dikuasai mencapai lebih dari 95 persen dengan nilai transaksi signifikan.

Sementara itu, kontrak olein dan Loco Gold mendominasi transaksi derivatif dan OTC. Di sisi lain, produk berbasis efek global melalui skema PALN juga menunjukkan tren pertumbuhan dalam beberapa tahun terakhir.

Ke depan, JFX akan menghadirkan inovasi seperti kontrak mikro dan nano untuk memperluas akses pasar. Dengan demikian, JFX optimistis dapat memperkuat perannya sebagai infrastruktur perdagangan yang kredibel dan inklusif.