JAKARTA, Cobisnis.com – Pemerintah mengungkapkan jumlah kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia telah mencapai lebih dari 241.000 kasus hingga 3 Mei 2026. Data ini menunjukkan tantangan besar dalam penanganan penyakit menular tersebut.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI, Muhammad Qodari, menyebutkan bahwa 84 persen kasus telah menjalani pengobatan. Sementara itu, tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 80 persen.
“Penemuan kasus lebih dari 241.000 kasus, inisiasi pengobatan 84 persen dari target 95 persen, dan keberhasilan pengobatan 80 persen dari target 90 persen,” ujarnya.
Meski demikian, pemerintah mengakui masih perlu percepatan dalam penanganan TB. Berbagai langkah strategis terus dilakukan untuk meningkatkan capaian program nasional.
Salah satu upaya utama adalah penguatan skrining melalui integrasi dengan program cek kesehatan gratis. Selain itu, kapasitas deteksi di puskesmas juga akan ditingkatkan dengan teknologi diagnostik yang lebih modern.
Pemerintah juga mendorong pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Siaga TBC. Saat ini, sekitar 6.000 desa telah terlibat, meskipun target nasional mencapai 30 persen dari total desa di Indonesia.
Langkah lain yang dilakukan adalah perbaikan rumah pasien TB. Tahun ini, pemerintah menargetkan renovasi 8.000 rumah untuk mengurangi risiko penularan.
Selain itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat dengan melibatkan berbagai kementerian dan pemerintah daerah guna memastikan penanganan TB berjalan lebih efektif dan terintegrasi.