Keamanan Manicure dan Pedicure, Pentingnya Kebersihan Salon Kuku

Oleh Chodijah Febriani pada 01 Nov 2026, 12:45 WIB

Manicure - pexels/Viktorya Sergeeva

JAKARTA, Cobisnis.com - Manicure dan pedicure merupakan perawatan kuku tangan dan kaki yang dilakukan untuk menjaga kebersihan sekaligus mempercantik penampilan.

Tidak hanya membuat kuku lebih sehat dan bersih, perawatan ini juga memberikan rasa percaya diri bagi mereka yang melalukannya secara rutin.

Umumnya, mancure dan pedicure dilakukan di salon kecantikan. Akan tetapi, sebelum melakukan perawatan, ada baiknya kamu lebih memperhatikan kebersihan salon kuku yang kamu kunjungi.

Sebenarnya tidak ada cara untuk mengetahui apakah salon yang kamu kunjungi menggunakan peralatan yang bersih atau memiliki risiko infeksi yang lebih tinggi, atau ada potensi risiko pergi ke salon yang tidak menerapkan praktik kebersihan yang tepat.

Oleh karena itu, Doktor ilmu kesehatan Vincent Candrawinata mengatakan bahwa ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan saat memilih salon kuku.

Candrawinata mengatakan, jangan pernah berasumsi bahwa sebuah salon higienis hanya karena terlihat bersih, meskipun teknisi kuku membuka seperangkat alat baru untuk setiap klien.

"Sebagai seseorang yang pernah bekerja di laboratorium mikrobiologi selama beberapa tahun, hanya karena wadahnya tersegel tidak berarti sudah steril. Kamu perlu memastikan alat-alat tersebut telah disterilkan," kata Candrawinata dikutip dari Nine, Minggu (1/11/2026).

Candrawinata mengungkapkan, banyak orang merasa tidak enak bertanya, tetapi saya benar-benar berpikir kita tidak perlu malu untuk menanyakan hal itu.

"Kita melindungi diri kita sendiri, dan itu satu-satunya hal yang bisa kita lakukan karena kita tidak sedang berada di salon dengan mikroskop," tambahnya.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah apakah salon tersebut menggunakan alas plastik sekali pakai di bak rendaman kaki mereka.

"Pancaran air (di bak mandi) dan instalasi pipa berarti ada pipa dan area tempat bakteri dapat bersembunyi, jadi adanya lapisan plastik itu sebenarnya membantu sebagai tindakan tambahan untuk meminimalkan risiko," katanya.

Lebih lanjut, kata Candrawinara tanda bahaya muncul ketika teknisi kuku mendorong atau memotong kutikula terlalu jauh ke belakang.

"Kutikula sebenarnya merupakan mekanisme pertahanan diri alami terhadap infeksi. Saya mengerti bahwa memotongnya akan terlihat lebih baik, tetapi memotongnya terlalu dalam dapat menyebabkan pendarahan yang dapat meningkatkan risiko infeksi," ujarnya.

Candrawinata mengatakan bahwa infeksi yang kamu dapatkan dari salon kuku dapat berkisar dari ringan hingga sangat serius.

"Kita berbicara tentang infeksi bakteri, infeksi jamur, ada juga bakteri yang dapat hidup di dalam jaringan yang tidak akan langsung memengaruhi kamu."

"Pada infeksi jamur, yang terlintas di pikiran adalah rasa sakit, kemerahan, dan pembengkakan. Ada juga hal-hal yang lebih menakutkan, seperti hepatitis B atau C, yang ditularkan melalui kontak darah ke darah dari alat-alat tajam," jelasnya

Di Australia, infeksi Hepatitis jarang terjadi. Namun, Candrawinata mengatakan ada risiko lebih besar tertular infeksi semacam itu saat melakukan perawatan kuku kaki atau tangan di luar negeri, karena standar kebersihan yang berbeda.

"Sebagian besar kasus infeksi kuku yang saya ketahui secara anekdot sebenarnya terjadi pada orang-orang saat mereka sedang berlibur dan melakukan perawatan kuku," bebernya.

Di Australia, tidak ada persyaratan hukum bagi teknisi kuku untuk menjalani pelatihan.

Meskipun Sertifikat di bidang Teknologi Kuku lebih disukai di salon-salon besar, tidak ada yang menghalangi seorang teknisi kuku otodidak untuk membuka bisnis sendiri dan menerima klien.

Pemilik salon kecantikan Lady Nadia, Nadia Eizadi, mengatakan bahwa pergi ke seseorang yang terlatih secara formal secara signifikan menurunkan risiko infeksi.

Saat belajar secara otodidak, tidak selalu mendapatkan pendidikan yang memadai. Menjadi teknisi kuku jauh lebih dari sekadar mengecat kuku, pelatihan formal memberikan dasar pengetahuan tentang anatomi tubuh, pengendalian infeksi, dan keamanan produk.

"Banyak teknisi kuku, jika mereka tidak terlatih dengan baik, akan mengikir atau mengebor kuku secara berlebihan, mereka mungkin memotong kutikula secara berlebihan. Pendarahan sekecil apa pun itu mengerikan," ungkapnya.

Eizadi menambahkan bahwa kebersihan jauh lebih dari sekadar penampilan permukaan yang bersih.

"Kuncinya adalah mengetahui cara membersihkan [peralatan], cara mendisinfeksi dan mensterilkannya karena semuanya berbeda."

"Jelas ada beberapa teknisi otodidak yang sangat berbakat di luar sana, tetapi bakat tidak menjamin keselamatan," tukasnya.