JAKARTA, Cobisnis.com - Setiap orang memiliki cara yang berbeda dalam berinteraksi dengan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya. Ada yang merasa nyaman berada di tengah banyak orang, sementara sebagian lainnya lebih menikmati waktu dalam suasana yang tenang.
Ada pula individu yang dapat menikmati kedua kondisi tersebut. Dalam kajian psikologi kepribadian, kecenderungan ini dikenal dengan istilah introvert, ekstrovert, dan ambivert.
Ketiga istilah tersebut menggambarkan cara seseorang berinteraksi, memproses pengalaman, serta memperoleh energi dari lingkungan. Konsep introversi dan ekstroversi pertama kali diperkenalkan oleh psikiater asal Swiss, Carl Gustav Jung, melalui teori tipe psikologis atau Psychological Types.
Dalam konsep tersebut, introversi berkaitan dengan kecenderungan seseorang yang lebih berorientasi pada dunia internal. Sementara ekstroversi lebih mengarah pada keterlibatan dengan dunia dan lingkungan eksternal.
Seiring perkembangan kajian kepribadian, istilah ambivert digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki perpaduan karakteristik introvert dan ekstrovert.
Perbedaan utama ketiganya dapat dilihat dari cara seseorang mendapatkan energi dan merespons interaksi sosial. Psikolog kesehatan Grace Tworek, PsyD, menjelaskan bahwa sumber energi menjadi salah satu pembeda utama antara introvert dan ekstrovert.
"Pada dasarnya, menjadi seorang introvert atau ekstrovert berkaitan dengan bagaimana Anda mendapatkan energi," jelas Tworek dikutip dari Cleveland Clinic, dikutip Minggu (1/11/2026).
Menurutnya, hal tersebut juga berkaitan dengan jenis stimulasi yang membuat seseorang merasa bersemangat atau justru kehabisan energi.
Introvert
Individu dengan kecenderungan introvert umumnya memulihkan energi dengan menghabiskan waktu sendiri atau berada di lingkungan yang lebih tenang. Mereka biasanya menikmati kegiatan yang memberi kesempatan untuk berpikir dan melakukan refleksi.
Introvert bukan berarti tidak menyukai orang lain atau tidak mampu bersosialisasi. Mereka tetap dapat menikmati pertemanan, menghadiri berbagai kegiatan, bahkan berbicara di depan umum.
Namun, interaksi sosial yang berlangsung terlalu lama atau suasana yang ramai dapat membuat mereka merasa lelah. Introvert umumnya lebih nyaman bersama kelompok kecil, menyukai percakapan yang mendalam, serta cenderung berpikir sebelum menyampaikan sesuatu.
Mereka juga lebih senang mengamati dan mendengarkan saat berbincang. Setelah menjalani aktivitas sosial, seorang introvert biasanya membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.
Ekstrovert
Berbeda dengan introvert, individu ekstrovert cenderung mendapatkan energi melalui interaksi dengan lingkungan luar. Bertemu orang baru, berdiskusi, dan mengikuti kegiatan sosial dapat membuat mereka merasa lebih bersemangat.
Ekstrovert biasanya lebih nyaman terlibat aktif dalam percakapan dan mengekspresikan pikirannya secara langsung. Mereka juga cenderung menikmati kegiatan bersama teman atau kelompok serta lingkungan kerja yang bersifat kolaboratif.
Meski senang bersosialisasi, ekstrovert tetap membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memiliki ruang pribadi.
Ambivert
Ambivert merupakan individu yang memiliki perpaduan kecenderungan introvert dan ekstrovert. Mereka dapat menikmati aktivitas sosial, tetapi juga membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan energi.
Psikolog Darrielle Allen, PhD, menjelaskan bahwa ambivert dapat menyesuaikan perilakunya dengan kebutuhan dan situasi yang dihadapi.
Seseorang dengan karakter ambivert dapat menikmati suasana pesta atau pertemuan bersama banyak orang. Namun, setelah menjalani aktivitas sosial dalam waktu lama, mereka juga membutuhkan suasana yang lebih tenang.
Karakter ambivert dapat terlihat dari kemampuannya menikmati kegiatan sosial sekaligus aktivitas sendiri. Mereka juga mampu menjadi pendengar maupun aktif dalam percakapan, tergantung situasi yang dihadapi.
Kecenderungan introvert dan ekstrovert pada seorang ambivert tidak selalu berada dalam porsi yang sama. Sifat tersebut dapat berubah sesuai kondisi, suasana hati, dan lingkungan.
Kepribadian seseorang juga tidak selalu dapat dimasukkan ke dalam satu kategori yang kaku. Seseorang yang cenderung introvert tetap dapat menikmati kegiatan sosial, sementara ekstrovert juga dapat membutuhkan waktu untuk menyendiri.
Introversi dan ekstroversi berada dalam sebuah spektrum. Artinya, seseorang dapat memiliki kecenderungan yang berbeda, mulai dari lebih introvert, berada di tengah, hingga lebih ekstrovert.
Memahami kecenderungan kepribadian dapat membantu seseorang mengenali kebutuhannya, termasuk dalam mengatur waktu untuk bersosialisasi dan beristirahat. Tidak ada satu tipe kepribadian yang lebih baik dibandingkan yang lain karena setiap individu memiliki karakteristik dan kebutuhan masing-masing.