JAKARTA, Cobisnis.com – Kadar kortisol merupakan hormon steroid yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan beredar di dalam tubuh, atau disebut juga sebagai hormon stres.
Kortisol ini berperan penting dalam mengatur tekanan darah, menjaga sikulus tidur alami hingga mengatur respons terhadap tekanan.
Dalam kondisi normal, kadar kortisol mengikuti siklus alami 24 jam dan mencapai puncaknya di pagi hari untuk membantu tubuh bangun dan secara bertahap menurun ke titik terendah di malam hari.
"Masalah muncul ketika tubuh tetap berada dalam kondisi stres yang berkepanjangan, menyebabkan kadar kortisol tetap tinggi," kata Amy Shapiro, seorang ahli diet dan ahli nutrisi, melansir foxnews, Senin(20/07/2026).
Shapiro menyoroti hal-hal ini sebagai penanda ketidakseimbangan kortisol, seperti sering sakit dan perasaan kelelahan.
"Bisa jadi karena pola makan, bisa jadi karena tingginya kadar garam , atau bisa juga karena kurangnya hidrasi. Mungkin tidak semua dari kita mengalami kadar kortisol yang tinggi seperti ini," ujarnya.
Lebih lanjut Shapiro, mengelola lonjakan kadar kortisol dimulai dengan mengidentifikasi dan menghindari pemicu umum sehari-hari. Dia mengungkapkan, bahwa kafein dapat meningkatkan kadar kortisol, terutama jika dikonsumsi saat perut kosong.
Selain itu, dia menambahkan bahwa berolahraga dan melakukan latihan interval intensitas tinggi larut malam juga dapat menyebabkan lonjakan kortisol.
"Lebih baik melakukannya di pagi hari ketika kadar kortisol secara alami tinggi," sarannya.
Shapiro juga memperingatkan agar tidak mengonsumsi makanan ultra-olahan, makanan tinggi gula, minuman bersoda, dan tidak mengonsumsi makanan yang seimbang, serta jika mengalami stres tinggi, kurang tidur, dan kurang berolahraga.
"Menyadari bahwa kita memang hidup di masyarakat yang penuh tekanan saat ini, meluangkan waktu untuk mengelola stres adalah ide yang bagus," tukasnya.