Kebiasaan Makan Keluarga yang Sering Diremehkan Ini Ternyata Pengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 05 Jun 2026, 09:15 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Gerakan tutup mulut atau GTM pada anak ternyata tidak selalu disebabkan oleh makanan yang kurang disukai. Dokter spesialis anak Miza Afrizal Azwir, Sp.A, BMedSci, MKes, menyebut suasana makan di rumah juga berperan besar terhadap nafsu makan anak.

Menurut dokter Miza, anak sebaiknya makan bersama anggota keluarga, bukan duduk sendiri sambil menjadi pusat perhatian orang-orang di sekitarnya. Kebiasaan makan bersama membantu anak melihat waktu makan sebagai aktivitas yang aman dan menyenangkan.

Anak usia dini cenderung belajar dari contoh, bukan dari perintah. Saat orang tua makan dengan lahap dan menikmati berbagai jenis makanan, anak akan lebih mudah meniru kebiasaan yang sama.

Sebaliknya, jadwal makan orang tua yang tidak teratur dapat membuat anak kehilangan panutan dalam membangun rutinitas makan. Akibatnya, anak menjadi lebih sulit diajak makan dengan tenang dan konsisten.

Dokter Miza juga menyoroti kebiasaan membiarkan anak makan sendiri sementara orang dewasa hanya mengawasi. Situasi seperti ini dapat menciptakan tekanan psikologis yang membuat anak semakin tidak nyaman saat makan.

Perhatian berlebihan saat anak makan juga bisa menjadi masalah. Pujian yang dibuat berlebihan atau sorakan setiap kali anak membuka mulut justru dapat membuat sistem saraf anak membaca momen makan sebagai situasi yang tidak nyaman.

Meski kesibukan orang tua sering menjadi kendala, dokter Miza menilai satu kali makan bersama dalam sehari sudah cukup untuk membangun kebiasaan positif. Ia menegaskan bahwa suasana makan yang tenang, tanpa paksaan dan tekanan, menjadi kunci agar anak mau makan secara alami. Pernyataan itu disampaikan dalam acara LACTOGROW Digestion Expert Lab di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, Jumat, 5 Juni 2026.