JAKARTA, Cobisnis.com – Drone kini menjadi salah satu alat yang semakin sering digunakan kelompok kejahatan terorganisasi di Amerika Latin. Kondisi ini memunculkan tantangan baru bagi aparat keamanan yang berupaya menekan aktivitas kriminal di kawasan tersebut.
Fenomena itu terlihat dalam Operasi Containment yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil, pada Oktober tahun lalu. Saat itu, sekitar 2.500 personel polisi, tentara, dan penembak jitu memasuki kawasan padat penduduk yang menjadi basis kelompok kriminal bersenjata.
Operasi tersebut berlangsung di wilayah favela Complexo da Penha dan Complexo do Alemão. Aparat keamanan menghadapi jaringan milik Comando Vermelho (CV), salah satu organisasi kriminal terbesar di Brasil.
Bentrokan sengit terjadi selama operasi berlangsung. Selain itu, rekaman dari lokasi menunjukkan sebuah bom dijatuhkan dari udara dan mengarah ke pasukan keamanan.
Insiden tersebut menyerupai adegan di medan perang. Namun, peristiwa itu terjadi di Rio de Janeiro, kota yang setiap tahun menjadi tujuan wisata jutaan pelancong dari berbagai negara.
Menurut laporan setempat, operasi tersebut menewaskan puluhan orang. Karena itu, penggunaan drone oleh kelompok kriminal kembali menjadi perhatian utama aparat keamanan dan pemerintah.
Sementara itu, teknologi drone yang semakin mudah diperoleh membuat kelompok kriminal memiliki kemampuan baru. Mereka dapat memantau pergerakan aparat, mengumpulkan informasi, hingga melancarkan serangan dari jarak jauh.
Di sisi lain, pemerintah di berbagai negara Amerika Latin masih berupaya mengejar perkembangan teknologi tersebut. Banyak aparat menghadapi keterbatasan dalam mendeteksi dan menanggulangi ancaman yang berasal dari udara.
Meski penggunaan drone awalnya identik dengan kebutuhan sipil dan komersial, sejumlah organisasi kriminal kini memanfaatkannya untuk memperkuat operasi mereka. Akibatnya, risiko keamanan di beberapa wilayah meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
Karena itu, banyak negara mulai mencari strategi baru untuk menghadapi ancaman tersebut. Selain memperkuat pengawasan, aparat juga mengembangkan teknologi anti-drone guna membatasi ruang gerak kelompok kriminal.