JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Agama mencatat Generasi Z memiliki tingkat toleransi beragama paling tinggi dibanding generasi lainnya di Indonesia. Temuan ini muncul dalam Survei Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 yang dirilis awal 2026.
Survei tersebut dilakukan Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag bekerja sama dengan Alvara Strategic Research. Hasilnya menunjukkan dinamika positif kehidupan beragama, terutama di kalangan generasi muda.
Berdasarkan data survei, tingkat toleransi beragama Gen Z berada di atas generasi Milenial, Generasi X, hingga Baby Boomers. Capaian ini dinilai sebagai sinyal optimisme bagi masa depan kerukunan di Indonesia.
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag, Arsad Hidayat, menyebut hasil survei ini sebagai capaian menggembirakan. Menurutnya, temuan tersebut layak dijadikan rujukan dalam perumusan kebijakan keagamaan ke depan.
Ia menilai, toleransi yang kuat di kalangan Gen Z menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas sosial. Apalagi, generasi muda akan memegang peran sentral dalam pembangunan nasional dalam dua dekade mendatang.
Selain toleransi, survei juga mencatat keunggulan Gen Z dalam aspek literasi Al-Qur’an. Indeks kemampuan membaca Al-Qur’an dengan tartil pada Gen Z tercatat 56,29, tertinggi dibanding Milenial, Generasi X, dan Baby Boomers.
Dalam indikator sikap toleransi, Gen Z juga mencatat skor tertinggi pada sikap tidak membubarkan kegiatan keagamaan kelompok lain. Indeksnya mencapai 80,03, melampaui generasi lain yang berada di kisaran 78–79.
Secara keseluruhan, indeks pengamalan toleransi Gen Z berada di angka 79,65. Angka ini menunjukkan konsistensi sikap terbuka terhadap perbedaan, termasuk penolakan terhadap persekusi dan ujaran kebencian.
Peneliti Alvara Strategic Research, Lilik Purwandi, menilai Gen Z memiliki kedewasaan sikap yang kuat dalam menghargai keberagaman. Menurutnya, karakter ini menjadi modal sosial penting menuju Indonesia Emas 2045.
Survei ini dilakukan terhadap 1.208 responden Muslim di 34 provinsi menggunakan metode multistage random sampling. Margin of error tercatat sebesar 2,89 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Secara nasional, Indeks Kualitas Kehidupan Beragama Umat Islam Tahun 2025 berada pada angka 78,80 dan masuk kategori tinggi. Dimensi akhlak menjadi aspek dengan skor tertinggi, mencerminkan kuatnya nilai sosial dalam kehidupan beragama masyarakat.