JAKARTA, Cobisnis.com – Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengidentifikasi sebanyak 2.616 desa di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki potensi ekspor. Langkah tersebut dilakukan melalui Program Desa Bisa Ekspor guna memperluas basis pelaku ekspor nasional sekaligus mendorong produk unggulan daerah menembus pasar internasional.
Direktur Pengembangan Ekspor Jasa dan Produk Kreatif Kemendag, Ari Satria, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem ekspor mulai dari tingkat desa. Menurutnya, banyak produk primer Indonesia berasal dari desa sehingga memiliki peluang besar untuk dikembangkan ke pasar global.
Ari menjelaskan desa-desa yang telah dipetakan kemudian dikelompokkan berdasarkan tingkat kesiapan ekspornya. “Sejauh ini ada 2.616 desa di seluruh Indonesia yang sudah kami identifikasi, kami klasterkan mana yang benar-benar siap ekspor dan mana yang punya potensi ekspor,” ujarnya.
Melalui pendekatan tersebut, Kemendag dapat memberikan pendampingan yang lebih tepat sesuai kebutuhan masing-masing desa. Desa yang belum siap akan dibina agar kualitas produk, pengemasan, hingga standar produksinya semakin kompetitif di pasar internasional.
Selain melakukan pemetaan, pemerintah juga memfasilitasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar tidak langsung berhadapan dengan pembeli dari luar negeri. Pelaku usaha akan dipertemukan dengan agregator atau off-taker yang membantu proses pembinaan, pengemasan, hingga pemasaran produk ekspor.
Kemendag juga terus memperkuat pendampingan agar UMKM mampu memenuhi berbagai persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor. Persyaratan tersebut meliputi sertifikasi keamanan pangan, sertifikat halal, hingga standar teknis lain sesuai ketentuan masing-masing negara.
Menurut Ari, pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan diri pelaku usaha sekaligus memperkuat daya saing produk Indonesia. Dengan kesiapan yang lebih baik, produk-produk unggulan desa diharapkan mampu bersaing secara berkelanjutan di pasar global.
Melalui Program Desa Bisa Ekspor, pemerintah berharap semakin banyak desa dapat menghasilkan produk bernilai tambah yang mampu menembus pasar internasional. “Pastinya peluang ekspor sudah sangat terbuka lebar,” kata Ari menegaskan optimisme terhadap pengembangan ekspor berbasis desa.