Kemensos Perkuat Disiplin dan Profesionalisme SDM Sekolah Rakyat

Oleh Hidayat Taufik pada 05 Nov 2026, 10:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com -  Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh sumber daya manusia (SDM) Sekolah Rakyat menjalankan tugas secara disiplin dan mematuhi kode etik.

Penegasan ini disampaikan untuk memastikan lingkungan pendidikan mampu memberikan pendampingan yang tepat bagi para siswa dari berbagai latar belakang sosial ekonomi.

Arahan tersebut disampaikan Gus Ipul saat membuka pelatihan kompetensi dasar tenaga pengamanan, manajemen kasus bagi case manager, serta pengelolaan Data Pokok Pendidikan (Dapodik) bagi operator Sekolah Rakyat di Harris Hotel & Convention Cibinong City Mall, Bogor, Kamis (5/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, ia mengingatkan bahwa penyelenggaraan Sekolah Rakyat melibatkan banyak unsur tenaga kependidikan. Mulai dari wali asrama, wali asuh, petugas keamanan, guru, kepala sekolah, manajer kasus, hingga operator data harus menjalankan tanggung jawab secara profesional.

"Ada wali asrama, ada wali asuh, ada sekuriti, ada guru, ada kepala sekolah, dan tadi ada manajer kasus, ada juga dari teman-teman yang mengelola data. Semuanya ini harus bisa bekerja dengan disiplin dan berpegang teguh pada kode etik yang ada," kata Gus Ipul.

Pelatihan yang berlangsung pada 3-9 November 2026 di sejumlah lokasi di Kabupaten Bogor tersebut diikuti 839 peserta. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga pengamanan, case manager, dan operator dalam mendukung keamanan, perlindungan anak, penanganan kasus siswa, serta pengelolaan data pendidikan.

Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga memiliki peran rehabilitasi dan pemberdayaan. Oleh karena itu, seluruh tenaga kependidikan dituntut memahami tugas masing-masing sekaligus memiliki empati dalam mendampingi peserta didik.

Ia menyebut mayoritas siswa berasal dari keluarga kurang mampu yang masuk kelompok desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kondisi tersebut membuat pendampingan harus dilakukan secara menyeluruh dan memperhatikan kebutuhan setiap anak.

"Sehingga memerlukan pendampingan dengan penuh empati dari seluruh pemangku kepentingan Sekolah Rakyat. Intinya SDM-nya terus diperkuat, tata kelolanya terus diperbaiki, mudah-mudahan ini sesuai dengan harapan Pak Presiden," ujarnya.

Selain memperkuat profesionalisme, Gus Ipul meminta seluruh tenaga Sekolah Rakyat menjauhi tiga dosa besar pendidikan, yakni perundungan, kekerasan fisik dan seksual, serta intoleransi atau radikalisme.

Para peserta pelatihan juga diminta menyatakan ikrar bersama untuk menjaga lingkungan sekolah tetap aman dan nyaman. Mereka berkomitmen tidak melakukan pelanggaran sekaligus bersedia melaporkan pihak yang terbukti melakukan tindakan tersebut.

Gus Ipul menegaskan tidak akan ada toleransi bagi tenaga kependidikan yang terbukti melakukan pelanggaran. Pemerintah akan menjatuhkan sanksi pemberhentian tanpa melalui tahapan peringatan.

"Karena siapapun yang melakukan ini, tidak akan kita toleransi dan akan langsung kita berhentikan. Langsung kita berhentikan, tidak ada ceritanya pakai peringatan-peringatan," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Gus Ipul turut mengajak tenaga Sekolah Rakyat mengambil bagian sebagai Agen Perlinsos. Mereka diharapkan membantu proses registrasi ulang penerima bantuan sosial serta memperbarui data masyarakat secara digital.

Program tersebut menjadi bagian dari Gerakan Nasional Peduli Tetangga untuk menjangkau warga yang memenuhi persyaratan sebagai penerima bantuan sosial, tetapi belum tercatat dalam sistem pemerintah.

Kegiatan pelatihan juga diisi penampilan siswa Sekolah Rakyat berupa tari nusantara, paduan suara, dan pembacaan puisi. Sejumlah pejabat Kemensos turut menghadiri agenda tersebut, termasuk jajaran pejabat tinggi madya dan pratama serta para fasilitator.