Kementan Siapkan Keberlanjutan Proyek Pertanian UPLAND

Oleh H. Fuad pada 16 Oct 2026, 10:48 WIB

Kementan menggelar Workshop Exit Strategy Proyek UPLAND bersama 14 bupati untuk memastikan keberlanjutan pertanian terpadu di dataran tinggi.

JAKARTA, Cobisnis.com - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (LIP) menggelar Workshop Nasional Exit Strategy Proyek The Development of Integrated Farming System in Upland Areas (UPLAND) di Avenzel Hotel and Convention Cibubur, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada 14–16 Oktober 2026.

Kegiatan ini mempertemukan pemerintah pusat, 14 bupati dari wilayah sasaran proyek, serta lembaga pendanaan internasional, yakni International Fund for Agricultural Development (IFAD) dan Islamic Development Bank (IsDB). Forum tersebut bertujuan memastikan keberlanjutan hasil pembangunan pertanian terpadu di wilayah dataran tinggi setelah proyek berakhir.

Proyek UPLAND mengembangkan sistem pertanian terpadu dengan menghubungkan kegiatan produksi di tingkat usaha tani atau on-farm dengan penanganan pascapanen, pengolahan hasil, penguatan kelembagaan ekonomi petani, akses pembiayaan, dan pemasaran atau off-farm.

Program ini turut didukung pembangunan dan rehabilitasi infrastruktur pertanian, penyediaan alat dan mesin pertanian (alsintan), peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan koperasi dan korporasi petani. Pendekatan tersebut diarahkan untuk meningkatkan produktivitas, nilai tambah, daya saing komoditas, dan pendapatan petani secara berkelanjutan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek UPLAND, Risda Sinaga, menyampaikan laporan mengenai capaian proyek dan kerangka kerja konsolidasi exit strategy. Dalam laporan tersebut, ia menekankan pentingnya sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kelompok tani agar infrastruktur, alsintan, kelembagaan ekonomi petani, serta akses pembiayaan mikro yang telah dibangun dapat terus beroperasi secara mandiri.

Project Manager UPLAND di Kementerian Pertanian, Muhammad Ikhwan, juga menekankan pentingnya peran pemerintah daerah hingga tingkat desa dalam menjaga dan meneruskan hasil program.

Sementara itu, Direktur Irigasi Pertanian, Dr. Liferdi Lukman, S.P., M.Si., memaparkan perkembangan capaian akhir proyek serta pengelolaan infrastruktur pendukung pertanian dataran tinggi.

14 Kabupaten Berkomitmen Lanjutkan Program UPLAND

Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Dr. Ir. Hermanto, M.P., menegaskan bahwa berakhirnya masa proyek bukan berarti pembangunan dihentikan, melainkan menjadi awal bagi daerah untuk melanjutkan program secara mandiri.

"Keberlanjutan Proyek UPLAND merupakan kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan nasional di dataran tinggi. Kami mengharapkan keberlanjutan program ini dapat terus dikawal secara konsisten melalui komitmen bersama antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga aset, kelembagaan, serta inovasi yang telah ditanamkan memberikan dampak ekonomi yang berkesinambungan bagi kesejahteraan petani," ujar Hermanto dalam arahannya, dikutip dari keterangan Kementerian Pertanian, Jumat (16/10/2026).

Dalam sesi pembukaan, dilakukan penandatanganan Naskah Komitmen Bersama Pengembangan Sistem Pertanian Terpadu 2027–2029 antara Direktur Jenderal LIP dan para bupati dari 14 kabupaten lokasi UPLAND. Agenda tersebut dilanjutkan dengan penyerahan dokumen strategis Roadmap UPLAND.

Hermanto menegaskan bahwa kesepakatan tersebut menjadi landasan untuk menyamakan langkah seluruh pihak dalam menjaga keberlanjutan program.

“Kita membuat kesepakatan dalam hal ini adalah komitmen untuk memastikan bahwa project ini betul-betul kita bisa kita pastikan akan terus berkelanjutan. Artinya, karena project ini melibatkan banyak pihak sebelum ini, sehingga ini perlu kita menyamakan persepsi langkah kita ke depan untuk memastikan bagaimana project UPLAND yang sudah kita bangun dengan investasi yang tidak sedikit, kemudian dengan program-program yang cukup banyak ini bisa terus berkelanjutan. Sehingga apa yang menjadi sasaran akhir UPLAND untuk bisa meningkatkan produksi, meningkatkan pendapatan, kemudian bahkan sampai kepada sasaran akhirnya adalah meningkatkan kesejahteraan petani,” tegas Hermanto.

Tiga Kabupaten Raih UPLAND Award 2026

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal LIP juga memberikan UPLAND Award 2026 kepada tiga kabupaten yang dinilai menunjukkan keunggulan dalam pengembangan komoditas unggulan daerah.

Kabupaten Magelang menerima penghargaan untuk kategori Pengembangan Agribisnis Padi Organik Berkelanjutan. Kabupaten Garut meraih penghargaan kategori Agribisnis Kentang Berdaya Saing, sedangkan Kabupaten Banjarnegara mendapatkan penghargaan kategori Peternakan Domba Batur Terintegrasi.

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi pemerintah daerah dalam memperkuat produktivitas, nilai tambah, kelembagaan, dan keberlanjutan usaha pertanian. Selain itu, penghargaan diharapkan mendorong penerapan praktik baik pengembangan agribisnis terpadu di wilayah lain.

Melalui Workshop Nasional Exit Strategy Proyek UPLAND, Kementan berharap investasi infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan peningkatan kapasitas petani dapat terus memberikan manfaat setelah proyek berakhir. Keberlanjutan program diharapkan mendukung ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat tani di wilayah dataran tinggi Indonesia.