Kenapa Timur Tengah Tak Pernah Benar-Benar Damai? Ini Kata Prabowo

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 31 Jul 2026, 16:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Prabowo Subianto menilai melimpahnya sumber daya alam strategis menjadi salah satu faktor yang memicu konflik berkepanjangan di kawasan Timur Tengah. Menurutnya, kekayaan minyak, gas, dan mineral membuat kawasan tersebut menjadi pusat perebutan kepentingan selama bertahun-tahun.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat bertemu jajaran Kamar Dagang dan Industri Indonesia di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026. Ia mengatakan konflik di kawasan tersebut tidak bisa dilepaskan dari besarnya nilai ekonomi sumber daya alam yang dimiliki.

Prabowo menyebut Timur Tengah memiliki cadangan minyak, gas, dan berbagai mineral yang melimpah. Kondisi itu membuat kawasan tersebut terus menjadi perhatian banyak pihak dan rentan terhadap persaingan kepentingan.

Menurutnya, situasi serupa juga dapat terjadi di negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam besar seperti Indonesia. Karena itu, pengelolaan sumber daya harus dilakukan secara hati hati demi kepentingan nasional.

Prabowo kemudian mengingatkan sejarah Indonesia pada abad ke 15 dan ke 16. Saat itu, bangsa bangsa Eropa datang ke Nusantara untuk memperebutkan rempah rempah yang menjadi komoditas penting dunia.

Ia menjelaskan rempah rempah menjadi kebutuhan strategis karena berfungsi mengawetkan bahan makanan dalam perjalanan laut yang panjang. Selain rempah, kayu dari Nusantara juga dibutuhkan untuk membangun armada kapal.

Menurut Prabowo, kekayaan alam Indonesia sejak dahulu telah menarik perhatian bangsa asing. Hal tersebut menjadi pelajaran bahwa sumber daya alam dapat menjadi kekuatan sekaligus tantangan bagi sebuah negara.

Presiden mengingatkan agar Indonesia mampu mengelola kekayaan alamnya untuk sebesar besarnya kemakmuran rakyat. Ia menilai sumber daya yang melimpah tidak boleh kembali menjadi sasaran eksploitasi pihak lain.

Prabowo juga menyinggung konsep resource curse atau kutukan sumber daya alam. Menurutnya, negara yang kaya sumber daya sering kali menghadapi tekanan dan persaingan dari berbagai kepentingan luar.