JAKARTA, Cobisnis.com - Operasional dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 002 di Cimahi resmi dihentikan sementara setelah muncul dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa peserta program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Hingga Kamis (26/2/2026), tercatat 43 orang harus mendapatkan perawatan medis di sejumlah rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 33 pasien dirawat di RSUD Cibabat, lima orang di RS Mitra Kasih, dan lima lainnya di RS Dustira. Mayoritas korban merupakan siswa dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Seorang guru juga dilaporkan mengalami gejala serupa usai mengonsumsi menu MBG.
Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menegaskan bahwa dapur SPPG Karangmekar 002 untuk sementara waktu tidak diperbolehkan beroperasi hingga proses investigasi selesai. Langkah ini diambil sebagai upaya pencegahan agar tidak ada korban tambahan.
“Untuk sementara operasional dihentikan. Tidak boleh beroperasi sampai semuanya jelas,” ujarnya saat meninjau korban di RSUD Cibabat.
Sementara itu, Koordinator Wilayah SPPG Kota Cimahi, Hanif Abdul Rafi, menyatakan bahwa peristiwa ini menjadi kejadian pertama yang terjadi di Cimahi dan akan dijadikan bahan evaluasi menyeluruh.
“Ini jadi pelajaran penting bagi kami. Evaluasi akan dilakukan dari sisi pengolahan makanan, pengawasan, hingga teknis distribusi,” katanya.
Meski telah ada Surat Edaran dari BGN yang menganjurkan distribusi makanan dengan daya tahan lebih lama selama Ramadan, dapur tersebut diketahui masih memproduksi menu yang berisiko cepat basi. Hanif menjelaskan bahwa menu MBG saat itu memang disiapkan untuk konsumsi saat buka puasa.
Saat ini, pihak berwenang masih melakukan pemeriksaan terhadap sampel makanan serta alur distribusi untuk memastikan sumber pasti penyebab keracunan. Operasional SPPG akan tetap dihentikan hingga hasil investigasi resmi diumumkan dan standar keamanan pangan dinyatakan aman.