JAKARTA, Cobisnis.com – Seekor kerbau albino viral yang dijuluki “Donald Trump” gagal menjadi hewan kurban pada Idul Adha di Bangladesh. Hewan langka tersebut dibawa pihak berwenang setelah adanya negosiasi dengan pemerintah setempat.
Kerbau viral itu sebelumnya menarik perhatian warga di kawasan Jijira pada Rabu, 27 Mei 2026. Banyak warga datang hanya untuk melihat langsung kerbau albino yang ramai diperbincangkan di media sosial.
Menurut sejumlah laporan, kerbau tersebut kemudian dipindahkan ke kebun binatang oleh pemerintah setempat. Namun, ada juga pihak yang menyebut hewan itu sedang dibawa kembali menuju peternakan asalnya di Narayanganj.
Rekaman video memperlihatkan kerbau itu dituntun menggunakan tali sebelum dimuat ke dalam truk pickup. Warga yang datang lebih awal sempat menyaksikan proses pemindahan tersebut sebelum area dipadati pengunjung lainnya.
Pemilik kerbau, Moniruzzaman, mengatakan petugas meminta dirinya menyerahkan hewan tersebut. Pemerintah disebut akan mengganti harga kerbau atau memberikan hewan lain dengan nilai setara untuk kurban.
Beberapa pengunjung mengaku kecewa karena gagal melihat kerbau viral itu secara langsung. Mereka sebelumnya mengetahui keberadaan kerbau albino tersebut melalui video yang beredar di YouTube dan Facebook.
Kerbau itu mendadak populer karena memiliki jambul rambut pucat yang dianggap mirip gaya rambut Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Banyak warga bahkan rela datang setiap hari untuk memotret hewan langka berbobot sekitar 700 kilogram tersebut.
Sebelumnya, kerbau albino itu dimiliki oleh Zia Uddin Mridha di Narayanganj sebelum dijual menjelang Idul Adha. Viralitas hewan tersebut membuatnya menjadi salah satu perhatian publik di Bangladesh selama momen kurban 2026.