Ketahui Tanda Kekurangan Zat Besi, Makan Es Hingga Rambut Rontok

Oleh Chodijah Febriani pada 09 Sep 2026, 17:04 WIB

Es Batu - pexels/Ray Suarez

JAKARTA, Cobisnis.com - Zat besi adalah mineral penting yang dibutuhkan tubuh kita untuk membuat hemoglobin, protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh.

Menurut Edwina Raj, Kepala Layanan Nutrisi Klinis & Dietetik, Rumah Sakit Aster CMI, Bangalore, India menjelaskan zat besi juga mendukung tingkat energi, fungsi otak, aktivitas otot, dan sistem kekebalan tubuh. Jadi, ketika kadar zat besi rendah, tubuh mungkin tidak mendapatkan cukup oksigen dan seseorang mungkin secara bertahap merasa kurang berenergi.

Raj menjelaskan, beberapa tanda umum yang mungkin mengindikasikan kekurangan zat besi, seperti rasa lelah dan lemah yang tidak biasa, kulit pucat atau pucat di bagian dalam kelopak mata bawah, sesak napas, pusing, atau sakit kepala, terutama saat melakukan aktivitas fisik normal.

"Meskipun sebagian orang mungkin memperhatikan tanda-tanda yang disebutkan di atas, beberapa petunjuk mengejutkan yang menunjukkan kekurangan zat besi juga termasuk konsentrasi yang buruk, sering merasa kedinginan, rambut rontok, kuku rapuh, atau keinginan aneh seperti makan es."

"Namun, gejala-gejala ini tidak selalu spesifik untuk kekurangan zat besi, dan tidak boleh digunakan untuk mendiagnosisnya sendiri," jelas Raj dilansir dari Indianexpress, Rabu (9/9/2026).

Kapan kekurangan zat besi bisa terjadi?

Raj mengungkapkan, bahwa tubuh dapat mengalami kekurangan zat besi ketika seseorang tidak mendapatkan cukup zat besi melalui makanan, mengalami kesulitan menyerap zat besi , atau kehilangan darah karena kondisi seperti pendarahan menstruasi yang berat atau pendarahan saluran pencernaan.

"Jika kekurangan zat besi menjadi parah, hal itu dapat menyebabkan anemia defisiensi besi, yang dapat memengaruhi energi sehari-hari dan kinerja fisik," katanya.

Oleh karena itu, Raj menjelaskan gejala yang menetap harus dikonsultasikan dengan dokter dan dikonfirmasi melalui tes darah yang sesuai sebelum memulai suplemen zat besi, karena mengonsumsi zat besi yang tidak perlu juga dapat berbahaya.

Apa yang terjadi ketika terjadi kelebihan zat besi?

Sementara, menurut Dr. Satish Koul, Direktur, Penyakit Dalam, Fortis Memorial Research Institute, Gurugram, mengatakan jika seseorang kelebihan zat besi dapat menyebabkan pengendapan zat besi di organ dan menyebabkan kegagalan organ. Karena transfusi berulang, selain itu bagi pasien thalassemia juga dapat mengembangkan gangguan endokrin.

Dr. Koul menyebutkan bahwa asupan zat besi harian berbeda-beda untuk setiap orang.

"Perbedaan jenis kelamin, usia, dan tingkat aktivitas fisik merupakan faktor penting dalam menentukan asupan harian yang direkomendasikan," bebernya.

Kata Dr. Koul, perempuan yang sedang menstruasi membutuhkan setidaknya 20 hingga 25 mg zat besi per hari dibandingkan dengan laki-laki pada kelompok usia yang sama yang membutuhkan 15 hingga 17 mg per hari.

"Perempuan hamil dan menyusui membutuhkan setidaknya 5 mg zat besi berlebih per hari dibandingkan dengan perempuan lainnya," ungkapnya.