Ketegangan Global Bergeser, Iran dan AS Tahan Serangan, Filipina Waspadai Aksi Bom

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 28 Jul 2026, 06:23 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sejumlah perkembangan penting mewarnai situasi internasional pada Selasa, 28 Juli 2026. Mulai dari meredanya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat hingga ledakan bom di Filipina yang memicu peningkatan pengamanan.

Iran dilaporkan menghentikan serangan balasan terhadap Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Langkah tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan sinyal bahwa peluang negosiasi masih terbuka.

Trump sebelumnya menyatakan komunikasi dengan Iran masih berlangsung. Pernyataan itu memunculkan harapan bahwa konflik kedua negara tidak kembali meningkat dalam waktu dekat.

Di sisi lain, pemerintah Iran menegaskan belum ada perundingan resmi yang berlangsung. Teheran menyatakan pembicaraan hanya dapat dilakukan apabila Amerika Serikat menunjukkan sikap yang lebih bertanggung jawab.

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu tetap melanjutkan agenda kunjungannya ke Amerika Serikat. Ia dijadwalkan bertemu Donald Trump di Gedung Putih sebelum menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa Bangsa di New York.

Kunjungan tersebut tetap berlangsung meski mendapat kritik dari sejumlah pihak. Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sebelumnya menyerukan agar Netanyahu ditangkap atas dugaan kejahatan perang, namun seruan itu ditolak oleh Netanyahu.

Perkembangan lain terjadi di Filipina. Sebuah bom rakitan meledak di dekat pintu masuk Kementerian Kehakiman pada Senin dini hari.

Ledakan tidak menimbulkan korban jiwa. Namun, beberapa jam kemudian aparat kembali menemukan benda mencurigakan yang diduga bom di sekitar Gedung Senat.

Insiden tersebut terjadi menjelang pidato kenegaraan tahunan Presiden Ferdinand Marcos Jr. Kepolisian Filipina menduga kedua peristiwa itu saling berkaitan dan masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi tersebut.