JAKARTA, Cobisnis.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan kalau Korea Utara memiliki hak untuk mempuntai senjata nuklir di tengah kecaman karena memicu perang dengan Iran.
Hal tersebut Trump sampaikan saat berbicara kepada wartawan di luar Gedung Putih. Saat Trump ditanya mengapa Irab tidak boleh memiki senjata nuklir tetapi Korea Utara boleh.
"Dia kebetulan adalah teman saya, Kim Jong-un."
"Dia menyukai Trump. (Dia) tidak menyukai banyak orang. Saya mungkin satu-satunya orang di dunia yang dia sukai. Dan aku menyukainya," jawab Trump dikutip dari Nine, Rabu (30/9/2026).
Trump kemudian menyiratkan bahwa Korea Utara tidak akan menjadi masalah selama dia menjabat sebagai presiden.
"Selama saya masih ada, dia akan baik-baik saja. Kau tahu kenapa? Karena dia menghormatiku dan dia menyukaiku," jelas Trump.
Sementara, dilansir Al Jazeera, Pesiden Trump menekankan bahwa pemerintahan AS sebelumnya memiliki kesempatan untuk mencegah Korea Utara mengembangkan senjata nuklir, tetapi memutuskan untuk tidak bertindak.
Ia menyatakan bahwa kemampuan nuklir Korea Utara saat ini cukup signifikan, tetapi tidak sebanding dengan kemampuan Amerika Serikat.
Sejak awal masa jabatan keduanya, Presiden Trump telah berulang kali menegaskan hubungan pribadinya dengan pemimpin Korea Utara tersebut dalam upaya untuk melanjutkan pembicaraan langsung antara kedua negara. Pada Agustus, Trump mengatakan dia ingin bertemu Kim pada akhir tahun, tetapi Pyongyang belum memberikan tanggapan.
Selama masa jabatan pertamanya, Trump mengadakan tiga pertemuan tatap muka dengan pemimpin Korea Utara. Pertemuan-pertemuan ini berlangsung di Singapura pada Juni 2018, Hanoi pada Februari 2019, dan Panmunjom pada Juni 2019.
Pertemuan di Panmunjom sangat penting karena Trump menjadi Presiden AS pertama yang menginjakkan kaki di wilayah Korea Utara, setelah melintasi garis demarkasi militer dengan Kim Jong-un bersama Korea Selatan.