JAKARTA, Cobisnis.com – Banyak tim dominan menghiasi sejarah lebih dari 150 tahun sepak bola perguruan tinggi Amerika Serikat. Namun, hanya sedikit yang meninggalkan pengaruh sebesar Miami Hurricanes pada era 1980-an.
Miami tampil berbeda dari tim-tim lainnya. Para pemainnya gemar melakukan trash talk dan memancing emosi lawan. Selain itu, mereka merayakan permainan besar dengan penuh ekspresi. Para pemain juga kerap menari di zona akhir setelah mencetak touchdown.
Gaya tersebut membuat Miami tampil mencolok. Seragam oranye terang mereka semakin memperkuat identitas tim yang penuh percaya diri. John U. Bacon, penulis Fourth and Long: The Fight for the Soul of College Football, menyebut gaya itu sebagai fenomena.
Menurut Bacon, keberanian dan sikap arogan Miami mengubah wajah college football. Mereka membuat pertandingan terasa lebih dekat dengan sebuah pertunjukan.
Dalam seri dokumenter Decades in Sports, Bacon juga menggambarkan Hurricanes sebagai “bad boys” dalam college football. Sementara itu, pengaruh Miami tidak berhenti di lapangan. Popularitas dan kontroversi mereka membuat tim tersebut menjadi sorotan nasional.
Bahkan, Sports Illustrated menyebut skuad Miami tahun 1986 sebagai tim paling dibenci sepanjang masa. Meski mendapat banyak kebencian, gaya Miami justru membantu membentuk identitas baru dalam olahraga perguruan tinggi. Karena itu, Hurricanes era 1980-an tetap menjadi salah satu tim paling berpengaruh dalam sejarah college football.