Kisah Pemuda 20 Tahun dengan Paru-paru Rusak seperti Usia 60, Diduga Akibat Kebiasaan Vape

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 12 Apr 2026, 14:35 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Seorang pria berusia 20 tahun mengalami kerusakan paru-paru serius setelah dua tahun menggunakan vape. Kondisinya disebut menyerupai paru-paru milik pria berusia 60 tahun.

Awalnya, pria tersebut hanya mengeluhkan batuk yang tidak kunjung sembuh. Ia mengira gejalanya ringan, seperti flu biasa atau alergi musiman.

Namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan kondisi yang jauh lebih serius. Dokter menemukan adanya kerusakan paru-paru yang signifikan dan tidak sesuai dengan usianya yang masih muda.

Penggunaan vape beraroma selama dua tahun disebut menjadi penyebab utama. Paparan bahan kimia yang dihirup secara terus-menerus berdampak langsung pada jaringan paru-paru.

Salah satu risiko yang muncul adalah bronkiolitis obliterans atau yang dikenal sebagai “paru-paru popcorn”. Penyakit ini menyebabkan kerusakan permanen pada saluran pernapasan kecil.

Kondisi tersebut memicu berbagai gejala seperti batuk kronis, sesak napas, hingga kelelahan ekstrem. Dalam banyak kasus, kualitas hidup penderitanya ikut menurun drastis.

Meski sering dianggap lebih aman dibanding rokok konvensional, vape tetap mengandung zat berbahaya. Terutama ketika cairan beraroma dipanaskan dan dihirup ke dalam tubuh.

Bahan kimia dalam vape dapat langsung masuk ke paru-paru dan aliran darah. Proses ini terjadi tanpa mekanisme penyaringan alami yang cukup dari tubuh.

Fenomena ini menjadi perhatian karena penggunaan vape semakin meningkat di kalangan anak muda. Banyak yang belum menyadari risiko jangka panjang yang ditimbulkan.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa tren tidak selalu sejalan dengan keamanan. Edukasi mengenai bahaya vape dinilai penting untuk menekan risiko kesehatan di masa depan.

Peningkatan kesadaran diharapkan bisa membantu masyarakat, khususnya remaja, lebih bijak dalam mengambil keputusan terkait gaya hidup dan kesehatan.