Komdigi Ungkap Lokasi Terakhir 8 Orang yang Hilang di Selat Sunda

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 13 Sep 2026, 08:24 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Titik koordinat terakhir lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang saat melakukan peliputan di sekitar Gunung Anak Krakatau terdeteksi di Pulau Sebesi. Data tersebut diperoleh Kementerian Komunikasi dan Digital atau Komdigi.

Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan Komdigi sejak awal berkoordinasi dengan operator selular untuk memantau sinyal maupun tanda penggunaan smartphone di sekitar lokasi kejadian.

"Komdigi sejak awal, setelah menerima informasi ini, mengajak semua opsel dan infrastruktur yang di bawah Kementerian Komdigi untuk memantau sinyal-sinyal ataupun tanda-tanda dari penggunaan smartphone," kata Nezar di Posko SAR gabungan Pantai Carita, Pandeglang, Sabtu, 12 September 2026.

Komdigi mendeteksi titik koordinat terakhir delapan orang tersebut berada di Pulau Sebesi pada 7 September 2026. Hingga kini, lokasi tersebut masih menjadi titik terakhir yang terpantau.

Nezar mengatakan Komdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator selular untuk melakukan pemantauan. Pengecekan dilakukan terhadap sinyal BTS di sekitar Selat Sunda, baik wilayah Banten maupun Lampung.

Informasi mengenai titik terakhir tersebut kemudian diteruskan kepada tim SAR gabungan. Upaya pencarian terus dilakukan berdasarkan data yang diperoleh dari pemantauan operator selular.

Di tengah proses pencarian, tim SAR gabungan belum menemukan titik terang keberadaan delapan orang tersebut. Pada hari kelima pencarian, sejumlah barang kembali ditemukan di sektor lima.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengatakan tim KN SAR Tetuka menemukan jeriken, helm, dan life jacket. Barang tersebut ditemukan di wilayah selatan Gunung Anak Krakatau dan perairan Ujung Kulon.

Jeriken berwarna biru ditemukan sekitar pukul 10.05 WIB, sementara helm berwarna merah ditemukan pada pukul 12.00 WIB. Life jacket berwarna oranye ditemukan pukul 17.10 WIB dan life jacket berwarna merah ditemukan pukul 18.09 WIB.

Barang barang tersebut kemudian diserahkan kepada pihak berwenang untuk diidentifikasi lebih lanjut. Area pencarian laut pada hari itu dibagi menjadi enam sektor dengan luas sekitar 2.537 nautical mile persegi, sedangkan pencarian udara mencakup sekitar 2.063 nautical mile persegi.

Al Amrad menyebut hasil pencarian dari berbagai unsur hingga saat ini masih nihil. Operasi melibatkan unsur TNI Angkatan Laut, Direktorat Polair, Basarnas, serta Kantor SAR dari Banten, Jakarta, Lampung, dan Bengkulu.

Kondisi cuaca juga menjadi kendala dalam proses pencarian. Kabut yang sangat tebal dilaporkan mengganggu jarak pandang tim SAR di lapangan.

Komdigi juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi mengenai keberadaan para korban. Perkembangan pencarian disampaikan melalui informasi dari Tim SAR gabungan.