Komputer yang Bantu Sekutu Menang Perang Ini Sempat Dihancurkan dan Dirahasiakan 82 Tahun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 10 Aug 2026, 15:24 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Sebuah komputer yang berperan penting dalam Perang Dunia II akhirnya mendapat pengakuan besar setelah puluhan tahun dirahasiakan. Komputer tersebut adalah Colossus, mesin yang digunakan Inggris untuk membantu memecahkan pesan rahasia militer Jerman.

Colossus dirancang oleh insinyur Inggris Tommy Flowers pada 1943. Mesin ini menggunakan ribuan tabung vakum dan ditempatkan secara rahasia di Bletchley Park, markas pemecah sandi Sekutu di Inggris.

Colossus digunakan untuk membongkar sistem enkripsi Lorenz yang dipakai petinggi militer Jerman untuk mengirim pesan strategis. Sistem tersebut jauh lebih rumit dibandingkan Enigma sehingga membutuhkan mesin dengan kemampuan perhitungan yang jauh lebih cepat.

Kebutuhan tersebut muncul setelah operator radio Inggris menemukan sinyal militer Jerman yang berbeda dari kode Enigma. Para pemecah sandi kemudian berhasil memahami pola sistem tersebut, tetapi proses perhitungan secara manual membutuhkan waktu sangat lama.

Tommy Flowers kemudian mengusulkan mesin elektronik berkecepatan tinggi untuk mempercepat proses tersebut. Usulannya sempat ditolak karena banyak pihak meragukan keandalan ribuan tabung vakum yang digunakan.

Flowers tidak menyerah dan membangun mesin tersebut bersama tim kecilnya. Setelah sekitar 10 bulan pengerjaan, Colossus tiba di Bletchley Park pada Januari 1944 dan berhasil membongkar pesan Jerman pertamanya pada 5 Februari 1944.

Keberhasilan itu membuat Bletchley Park meminta lebih banyak unit. Colossus II kemudian dibangun dan mampu memproses sekitar 25.000 karakter per detik dengan 2.400 tabung vakum.

Kemampuan tersebut memberikan keuntungan besar bagi Sekutu karena informasi mengenai strategi dan kekuatan militer Jerman dapat diproses jauh lebih cepat. Para sejarawan memperkirakan teknologi tersebut membantu mempercepat berakhirnya perang dan berpotensi menyelamatkan jutaan nyawa.

Namun, keberadaan Colossus harus tetap dirahasiakan setelah perang berakhir. Pemerintah Inggris memerintahkan sebagian besar unitnya dibongkar dan dihancurkan untuk mencegah teknologi tersebut jatuh ke tangan pihak lain pada awal Perang Dingin.

Hanya dua unit yang berhasil diselamatkan, sementara Tommy Flowers dan anggota timnya dilarang membicarakan pekerjaan tersebut. Informasi mengenai Colossus baru mulai diketahui publik pada 1970 an, sedangkan dokumen teknisnya baru dibuka sepenuhnya pada awal 2000 an.

Kini, 82 tahun setelah keberadaannya mulai dirahasiakan, Colossus mendapat pengakuan sebagai IEEE Milestone. Upacara penghargaan dijadwalkan berlangsung pada 29 September 2026 di Bletchley Park.

Pengakuan tersebut menegaskan posisi Colossus sebagai salah satu fondasi penting dalam sejarah komputasi elektronik modern. Replika mesin tersebut juga kini dapat dilihat publik di The National Museum of Computing, Inggris.