Uni Eropa Finalisasi IRIS, Konstelasi 348 Satelit Mulai Diluncurkan 2029

Oleh Desti Dwi Natasya pada 10 Aug 2026, 11:29 WIB

konstelasi satelit IRIS Uni Eropa

JAKARTA, Cobisnis.com - Uni Eropa resmi memfinalisasi rencana pembangunan IRIS², layanan broadband satelit berdaulat yang dirancang untuk memperkuat konektivitas, keamanan, dan ketahanan digital kawasan. Komisi Eropa telah menyelesaikan desain konstelasi, persiapan produksi satelit, pembangunan infrastruktur darat, hingga layanan peluncuran.

Kesepakatan implementasi proyek tersebut ditandatangani Komisi Eropa bersama konsorsium SpaceRISE setelah proses negosiasi yang dimulai pada Januari 2026. Perjanjian ini menandai peralihan IRIS² dari tahap perencanaan menuju implementasi penuh, termasuk produksi satelit dan pembangunan infrastruktur pendukung.

Dalam rancangan terbaru, jumlah satelit IRIS² bertambah 66 unit dibandingkan rencana sebelumnya sehingga total konstelasi mencapai 348 satelit. Konstelasi tersebut terdiri dari 330 satelit di orbit rendah Bumi atau Low Earth Orbit (LEO) dan 18 satelit di orbit menengah atau Medium Earth Orbit (MEO).

Penambahan satelit ditujukan untuk meningkatkan kemampuan jaringan dalam mendukung komunikasi pemerintah, pertahanan, keamanan, serta layanan tanggap darurat. Komisi Eropa menyebut penguatan arsitektur tersebut dapat meningkatkan kapasitas komunikasi pemerintah yang aman secara signifikan di kawasan Uni Eropa.

Peluncuran satelit pertama IRIS² ditargetkan dimulai pada 2029 dan layanan awal diharapkan dapat beroperasi pada tahun yang sama. Produsen Eropa kini akan mulai mengembangkan infrastruktur satelit maupun sistem darat yang diperlukan untuk menjalankan jaringan tersebut.

Meski jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan Starlink, IRIS² tidak dirancang untuk menjadi pesaing langsung layanan internet satelit konsumen milik SpaceX. Fokus utamanya adalah menyediakan konektivitas aman dan berdaulat bagi pemerintah, organisasi pertahanan, lembaga keamanan, serta layanan darurat di negara-negara peserta.

Jaringan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat kemandirian strategis Eropa ketika menghadapi ketidakstabilan geopolitik, ancaman siber, maupun gangguan terhadap infrastruktur komunikasi penting. Selain kebutuhan pemerintah, Uni Eropa juga membuka peluang pemanfaatan jaringan untuk masyarakat dan sektor bisnis, terutama di wilayah dengan konektivitas yang masih terbatas.

Dengan tambahan 66 satelit, IRIS² kini menjadi salah satu proyek strategis Uni Eropa untuk membangun infrastruktur komunikasi yang lebih mandiri dan tangguh. Jika jadwal berjalan sesuai rencana, peluncuran perdana pada 2029 akan menjadi langkah penting bagi ambisi Eropa memiliki jaringan satelit berdaulat untuk kebutuhan keamanan sekaligus konektivitas.