JAKARTA, Cobisnis.com, Pemerintah Iran membatalkan pelaksanaan ujian akhir bagi siswa kelas 11 dan 12 di empat provinsi selatan menyusul memburuknya situasi keamanan akibat serangan udara Amerika Serikat.
Kementerian Pendidikan Iran mengumumkan pembatalan ujian yang sedianya berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026 dan Senin, 20 Juli 2026. Keputusan tersebut diambil setelah kondisi di wilayah selatan dinilai tidak kondusif.
Media Tasnim melaporkan pembatalan berlaku di Provinsi Hormozgan, Bushehr, Khuzestan, dan Sistan Baluchestan. Keempat wilayah tersebut menjadi area yang terdampak langsung oleh meningkatnya konflik.
Pemerintah Iran menyebut situasi keamanan sebagai alasan utama penghentian sementara kegiatan ujian. Langkah ini dilakukan untuk melindungi keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Dalam beberapa pekan terakhir, konflik antara Amerika Serikat dan Iran kembali memanas. Gencatan senjata yang sebelumnya dimediasi Pakistan dilaporkan gagal dipertahankan.
Amerika Serikat melancarkan serangan udara selama tujuh malam berturut turut hingga Jumat, 17 Juli 2026. Serangan tersebut menyasar sejumlah infrastruktur penting di kawasan selatan Iran.
Laporan media lokal menyebut ledakan terjadi di Pulau Qeshm, Bandar Abbas, Chabahar, Iranshahr, dan Bandar e Khamir. Sejumlah fasilitas publik dilaporkan mengalami kerusakan.
Tasnim melaporkan rudal AS menghantam bandara di Iranshahr serta menara komunikasi di Bandar Abbas. Dampaknya, aliran listrik di beberapa wilayah sempat terputus.
Kantor berita Fars juga melaporkan dugaan serangan terhadap sebuah jembatan di Bandar e Khamir. Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban akibat serangan tersebut.
Di sisi lain, Iran disebut meluncurkan rudal balistik ke arah pangkalan militer Amerika Serikat di Arab Saudi pada Sabtu, 18 Juli 2026. Informasi itu pertama kali disampaikan koresponden Axios yang mengutip pejabat Amerika Serikat, namun belum disertai rincian lebih lanjut mengenai dampak serangan tersebut.