JAKARTA, Cobisnis.com - Pemerintah Kota Vienna, Austria, resmi menaikkan pajak wisata atau visitor tax di tengah meningkatnya jumlah wisatawan yang datang setiap tahun. Kebijakan ini diambil sebagai upaya menjaga kualitas infrastruktur dan layanan publik yang digunakan wisatawan.
Mulai Juli 2026, tarif pajak wisata di Vienna naik dari 3,2 persen menjadi 5 persen. Pemerintah setempat juga telah menetapkan kenaikan lanjutan menjadi 8 persen yang akan berlaku mulai Juli 2027.
Keputusan tersebut diambil setelah jumlah kunjungan menginap di Vienna melonjak signifikan dalam dua dekade terakhir. Data menunjukkan angka kunjungan meningkat dari 8,8 juta pada 2005 menjadi 20,1 juta pada 2025.
Popularitas Vienna sebagai destinasi wisata terus meningkat. Berdasarkan Global Liveability Index 2026 dari Economist Intelligence Unit, Vienna menempati posisi kota paling layak huni kedua di dunia setelah Kopenhagen.
Pemerintah menilai sektor pariwisata perlu berkontribusi lebih besar terhadap biaya pemeliharaan kota. Infrastruktur seperti transportasi umum, ruang publik, hingga kawasan wisata dinilai membutuhkan investasi yang terus meningkat.
Media Officer Vienna Tourist Board, Isabella Rauter, mengatakan tambahan penerimaan pajak akan digunakan untuk menjaga kualitas kota. Langkah tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi wisatawan maupun masyarakat setempat.
Namun kebijakan ini menuai kritik dari pelaku industri perhotelan dan perjalanan. Mereka menilai tarif baru akan menjadikan Vienna sebagai salah satu kota dengan pajak wisata tertinggi di Eropa.
Austrian Hotel Association menyebut sektor perhotelan saat ini sudah menghadapi berbagai tekanan biaya. Mulai dari kenaikan harga energi, upah tenaga kerja, hingga biaya operasional lainnya.
Pelaku industri perjalanan juga khawatir kenaikan pajak akan mengurangi daya saing Vienna dibandingkan kota lain di Eropa Tengah. Praha dan Budapest disebut masih menawarkan biaya wisata yang lebih terjangkau bagi wisatawan.
Meski menuai pro dan kontra, Vienna tetap menjadi salah satu destinasi wisata budaya paling diminati di dunia. Pemerintah berharap kebijakan baru ini mampu menjaga kualitas kota tanpa mengurangi daya tariknya di mata wisatawan internasional.