JAKARTA, Cobisnis.com – Kongres Amerika Serikat (AS) menyelidiki hubungan Presiden FIFA Gianni Infantino dengan Presiden Donald Trump setelah muncul dugaan kedekatan politik dan kepentingan bisnis antara kedua pihak.
Penyelidikan tersebut dipimpin anggota Partai Demokrat Jamie Raskin, yang sebelumnya menjabat sebagai anggota senior Komite Kehakiman DPR AS. Raskin meminta FIFA menyerahkan sejumlah dokumen dan komunikasi terkait hubungan organisasi sepak bola dunia itu dengan Trump, pemerintah AS, serta sejumlah pihak yang terhubung dengan keluarga presiden.
Dalam surat yang dikirim pada Juli 2026, Raskin menyoroti dugaan upaya FIFA memperoleh perlakuan menguntungkan dari pemerintahan Trump. Ia juga mempertanyakan praktik penjualan tiket Piala Dunia 2026, termasuk kenaikan harga dan kebijakan penjualan yang dinilai merugikan konsumen.
Raskin turut meminta informasi mengenai hadiah, pembayaran, maupun keuntungan lain yang diduga diberikan FIFA kepada Trump atau pihak terkait.
Penyelidikan tersebut juga menyoroti rencana FIFA membentuk perusahaan komersial baru untuk mengelola kepentingan bisnis Piala Dunia dan kompetisi lainnya.
Kedekatan Infantino dan Trump Jadi Sorotan
Hubungan Infantino dan Trump semakin menjadi perhatian setelah FIFA memberikan FIFA Peace Prize kepada Trump dalam acara pengundian Piala Dunia 2026 pada Desember 2025.
Infantino juga mendapat sorotan setelah Trump menghubunginya terkait penangguhan hukuman pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, menjelang pertandingan melawan Belgia di Piala Dunia 2026.
Trump mengaku meminta Infantino meninjau hukuman tersebut. FIFA kemudian menangguhkan pelaksanaan sanksi sehingga Balogun dapat bermain.
Namun, FIFA menyatakan keputusan tersebut dibuat oleh badan disiplin independen sesuai aturan organisasi. Infantino juga mengatakan dirinya menerima komunikasi dari berbagai kepala negara dan pemangku kepentingan sepak bola.
Demokrat Berpeluang Perluas Penyelidikan
Partai Demokrat sebelumnya menyatakan dokumen yang diberikan FIFA belum memenuhi seluruh permintaan penyelidikan. Raskin meminta catatan komunikasi, informasi mengenai hubungan bisnis, serta dokumen terkait rencana komersial FIFA.
Jika Demokrat memperoleh kendali DPR dalam pemilihan paruh waktu November 2026, penyelidikan berpotensi diperluas melalui kewenangan komite untuk memanggil pihak terkait dan meminta dokumen tambahan.
Meski demikian, dugaan pelanggaran terhadap FIFA maupun Trump belum terbukti. FIFA juga belum menyatakan adanya kesalahan dalam hubungan organisasinya dengan pemerintah AS.
Penyelidikan tersebut menjadi bagian dari meningkatnya perhatian terhadap independensi FIFA dan prinsip netralitas politik dalam penyelenggaraan sepak bola internasional.