Korban Gempa Venezuela Tembus 1.700 Jiwa, Puluhan Ribu Bangunan Diperkirakan Rusak

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 30 Jun 2026, 16:56 WIB

VENEZUELA-QUAKE/

JAKARTA, Cobisnis.com - Gempa bumi kembar yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni 2026 menimbulkan kerusakan besar di berbagai wilayah. Hingga Senin, 29 Juni, pemerintah mencatat lebih dari 1.700 orang meninggal dunia dan sekitar 5.000 lainnya mengalami luka-luka.

Bencana tersebut dipicu dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5. Dampaknya meluas ke kawasan permukiman, fasilitas umum, hingga infrastruktur penting di berbagai wilayah.

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) memperkirakan sekitar 58.870 bangunan kemungkinan mengalami kerusakan atau hancur. Estimasi itu diperoleh melalui analisis citra radar satelit Sentinel-1 milik Badan Antariksa Eropa, meski hasilnya masih bersifat penilaian awal dan perlu diverifikasi di lapangan.

Sementara itu, Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, menyebut sedikitnya 855 bangunan telah dipastikan mengalami kerusakan. Sebanyak 189 di antaranya dilaporkan roboh total, sementara proses pencarian korban masih terus berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan sebanyak 27 negara telah mengirim hampir 40 tim pencarian dan penyelamatan. Lebih dari 2.000 personel serta sekitar 160 anjing pelacak dikerahkan untuk membantu operasi kemanusiaan.

Harapan menemukan korban selamat masih ada meski masa emas penyelamatan telah terlewati. Seorang pria berusia 21 tahun berhasil dievakuasi hidup-hidup dari reruntuhan bangunan di Tanaguarena. Di La Guaira, gudang pelabuhan sementara difungsikan sebagai kamar jenazah, sedangkan krematorium di Caracas bekerja hampir tanpa henti akibat lonjakan korban meninggal.

PBB memperkirakan sekitar 7 juta orang terdampak bencana ini. Kerugian ekonomi diperkirakan mencapai 6,7 miliar dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp109 triliun, setara sekitar enam persen dari produk domestik bruto Venezuela.

Di tengah proses pemulihan, situasi politik kembali memanas setelah tokoh oposisi Maria Corina Machado menuduh pemerintah menghambat kepulangannya ke Venezuela, meski tuduhan tersebut belum mendapat tanggapan resmi dari pemerintah.