Korea Selatan Jadi Favorit Turis, Mengapa Wisata Sejarahnya Sepi?

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Aug 2026, 11:03 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Korea Selatan mengalami lonjakan pariwisata yang didorong popularitas K Pop dan budaya Korea. Namun, peningkatan jumlah wisatawan asing belum sepenuhnya berdampak pada wisata sejarah kelam atau dark tourism.

Kementerian Kebudayaan, Olahraga dan Pariwisata Korea Selatan melihat adanya kesenjangan besar antara jumlah pengunjung asing di lokasi wisata sejarah dengan objek wisata populer lainnya. Situs yang menyimpan sejarah perang, kekerasan dan tragedi justru relatif sepi.

Salah satu contohnya adalah Seodaemun Prison History Hall. Lokasi tersebut hanya mencatat 1.433 pengunjung asing sepanjang 2024.

Angka itu sangat jauh dibandingkan Gyeongbokgung yang menjadi salah satu destinasi wisata paling populer di Korea Selatan. Istana tersebut dikunjungi sekitar 2 juta wisatawan asing pada 2024 dan meningkat menjadi 2,78 juta pada 2025.

Kondisi serupa terjadi pada tur yang mengunjungi Penjara Seodaemun dan Namyeong Dong Anti Communist Interrogation Center. Dari 16 paket tur yang ditawarkan setiap bulan, sekitar setengahnya terpaksa dibatalkan karena tidak memenuhi jumlah peserta.

Penjara Seodaemun memiliki sejarah panjang terkait perjuangan kemerdekaan Korea. Tempat tersebut pernah digunakan untuk menahan dan menyiksa aktivis kemerdekaan pada masa penjajahan Jepang serta pejuang gerakan pro demokrasi setelah Korea merdeka.

Sementara itu, Namyeong Dong dikenal sebagai fasilitas interogasi yang digunakan rezim diktator militer Korea pada 1970 an dan 1980 an. Kedua lokasi tersebut menyimpan sejarah penting, tetapi belum banyak dikenal wisatawan asing.

Sejumlah pelaku industri menilai minimnya program dan promosi menjadi salah satu penyebab wisata sejarah kurang diminati. Wisatawan asing dinilai sebenarnya memiliki ketertarikan terhadap sejarah Korea, tetapi belum mendapatkan informasi yang cukup mengenai lokasi tersebut.

Profesor Universitas Wanita Sungshin Seo Kyoung duk menilai pemerintah daerah perlu mengembangkan program wisata sejarah kelam dan mempromosikannya melalui media sosial. Narasi yang menarik juga dianggap penting agar sejarah Korea lebih mudah dipahami wisatawan dari berbagai negara.

Di tengah kondisi tersebut, arus wisatawan ke Korea Selatan justru terus meningkat. Bandara Internasional Incheon mencatat 38,39 juta penumpang internasional pada Januari hingga Juni 2026, naik 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.