Korsel Uji Coba Rudal Hipersonik Pertama

Oleh Desti Dwi Natasya pada 09 Oct 2026, 11:27 WIB

rudal hipersonik Korea Selatan

JAKARTA, Cobisnis.com - Korea Selatan (Korsel) mengumumkan keberhasilan uji coba peluncuran rudal hipersonik pertamanya sebagai bagian dari upaya mengembangkan kemampuan penangkalan baru di Semenanjung Korea.

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyatakan persiapan untuk memperoleh kemampuan tersebut telah rampung, dengan Presiden Lee Jae Myung turut menghadiri uji peluncuran kendaraan luncur hipersonik atau hypersonic glide vehicle (HGV).

Juru Bicara Kantor Kepresidenan Kang Yu Jung menjelaskan, HGV menggunakan pendorong untuk mencapai atmosfer bagian atas sebelum memisahkan diri dan meluncur pada ketinggian rendah.

"Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung menghadiri uji peluncuran kendaraan luncur hipersonik (HGV) yang menggunakan pendorong untuk mencapai atmosfer bagian atas sebelum memisahkan diri dan meluncur pada ketinggian rendah," kata Kang, dikutip dari berbagai sumber, Jumat (9/10/2026).

Kantor Kepresidenan Korea Selatan menyebut HGV sebagai aset strategis utama yang berpotensi mengubah situasi di medan perang.

Menurut otoritas tersebut, lintasan penerbangan yang sulit diprediksi dan kecepatan sangat tinggi menjadi keunggulan senjata ini dalam menghadapi sasaran strategis.

Kemampuan tersebut dinilai memungkinkan HGV menetralisasi sasaran utama lebih dahulu dalam situasi darurat, terutama ketika menghadapi kondisi medan perang di Semenanjung Korea.

Kang menegaskan, keberhasilan uji peluncuran tersebut menjadi langkah penting bagi Korea Selatan untuk membangun kemampuan penangkalan yang baru.

"Keberhasilan uji peluncuran ini penting. Ini untuk persiapan guna memperoleh secara penuh kemampuan penangkalan baru guna menyerang sasaran-sasaran utama dalam kondisi medan perang di Semenanjung Korea," kata Kang.

Pengembangan senjata hipersonik menjadi bagian dari upaya Korea Selatan memperkuat kemampuan militernya dalam menghadapi dinamika keamanan regional.

Meski uji coba tersebut dinyatakan berhasil, informasi mengenai kecepatan maksimum, jangkauan penerbangan, serta tahapan berikutnya menuju operasional penuh rudal itu belum dijelaskan dalam keterangan yang diberikan.