JAKARTA, Cobisnis.com — Situasi konflik di Yaman semakin memanas setelah kelompok Houthi meningkatkan serangan terhadap sejumlah wilayah dan fasilitas penting di Arab Saudi.
Di tengah eskalasi tersebut, Suriah disebut tengah mempertimbangkan sejumlah opsi untuk memberikan dukungan militer kepada Arab Saudi dalam menghadapi kelompok Houthi.
Pada Rabu (7/10/2026), otoritas Arab Saudi melaporkan serangan yang menyasar dua bandara internasional, yakni Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.
Serangan tersebut diklaim dilakukan oleh Houthi yang selama ini mendapat dukungan Iran. Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok tersebut juga mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan terhadap fasilitas sipil di Arab Saudi.
Serangan Houthi terjadi ketika pasukan yang mendapat dukungan Riyadh meningkatkan operasi militer untuk merebut kembali sejumlah wilayah yang masih dikuasai kelompok tersebut.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut eskalasi perang saudara di Yaman sejak Juli telah menyebabkan lebih dari 200 ribu orang mengungsi di dalam negeri.
Houthi kemudian kembali mengklaim serangan terhadap Bandara Internasional King Khalid pada Kamis (8/10). Kelompok tersebut juga mengeluarkan peringatan kepada maskapai penerbangan agar tidak memasuki wilayah udara Arab Saudi.
"Pada Selasa dan Rabu, Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid menjadi sasaran serangan yang menargetkan fasilitas mereka,” kata otoritas penerbangan sipil Arab Saudi dalam sebuah pernyataan.
Akibat serangan tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Dua korban merupakan warga Mesir dan Aljazair yang berada di Bandara Abha, sedangkan satu korban lainnya merupakan warga Sudan di Bandara King Khalid.
Selain korban jiwa, serangan tersebut juga mengakibatkan 36 orang mengalami luka-luka.
Saudi Siapkan Serangan Balasan
Koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi menuding Houthi sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut. Riyadh kemudian menyatakan akan mengambil tindakan balasan.
"Serangan brutal Milisi Teroris Houthi terhadap warga sipil dan objek sipil di Kerajaan Arab Saudi, termasuk yang terbaru yang menargetkan dua bandara tersebut, tidak akan dibiarkan tanpa hukuman,” demikian pernyataan koalisi yang dipublikasikan melalui platform X.
Koalisi Saudi mengklaim telah melancarkan serangan terhadap 82 sasaran militer yang dianggap sah. Target yang disebut antara lain fasilitas rudal, pusat komando, sistem komunikasi, serta lokasi berkumpulnya pasukan Houthi.
Di sisi lain, pemerintah Yaman mengumumkan operasi besar untuk menghadapi Houthi. Pemerintah Yaman mengklaim berhasil mendorong kelompok tersebut dari sejumlah titik strategis di kawasan pesisir Laut Merah hingga Kota Pelabuhan Mocha.
Namun, Houthi membantah kehilangan wilayah tersebut dan menyatakan masih menguasai kawasan-kawasan yang menjadi sengketa.
Sumber militer dari kedua pihak yang dikutip AFP juga menyatakan belum ada perubahan signifikan dalam posisi masing-masing kubu di garis depan.