JAKARTA, Cobisnis.com – Cuba kembali mengalami pemadaman listrik nasional setelah jaringan listrik utama negara itu runtuh, sehingga aktivitas masyarakat di berbagai wilayah terganggu.
Operator listrik milik negara menyatakan upaya pemulihan sedang dilakukan dan tidak ditemukan kerusakan pada unit pembangkit yang masih beroperasi saat gangguan terjadi.
Pemadaman besar seperti ini beberapa kali terjadi dalam beberapa tahun terakhir, sementara pemerintah Kuba menyebut krisis energi diperparah oleh sanksi ekonomi dari United States yang menghambat pasokan bahan bakar.
Ketergantungan tinggi Kuba terhadap minyak untuk pembangkit listrik membuat pasokan energi sangat rentan, bahkan harga bahan bakar di pasar tidak resmi dilaporkan mencapai sekitar 9 dolar AS per liter.
Presiden Miguel Díaz-Canel mengatakan dalam tiga bulan terakhir tidak ada pengiriman minyak masuk ke Kuba, sementara pemerintah menerapkan langkah darurat seperti pengurangan jam sekolah dan pembatasan transportasi.
Krisis ini juga berdampak pada layanan rumah sakit, akses internet, penerbangan internasional, serta memicu protes warga di sejumlah kota akibat sulitnya listrik dan kebutuhan pokok.