JAKARTA, Cobisnis.com - Ilmu pengetahuan merupakan aset bersama yang terus berkembang ketika dipelajari dan dibagikan. Berangkat dari semangat menumbuhkan budaya belajar yang berkelanjutan, Tim Quality Management dari Fungsi Human Capital (HC) PT Patra Drilling Contractor (PDC) menghadirkan program Quality Talks – Professional & Innovative Experiences (QT-PIE) sebagai ruang berbagi wawasan, pengalaman, dan inspirasi bagi seluruh insan PDC.
Tamara, perwakilan Tim Quality Management, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai wadah bagi Perwira untuk saling bertukar insight serta memperluas wawasan mengenai berbagai aspek pekerjaan dan proses bisnis di PDC.
“Melalui QT-PIE, Perwira dapat menyampaikan Lesson Learned, Success Story, Problem Solving, dan Troubleshooting yang pernah mereka alami. Hal ini diharapkan menjadi pembelajaran serta inspirasi bagi Perwira lain di seluruh lingkungan perusahaan,” jelas Tamara.
Program yang biasanya rutin diselenggarakan secara online setiap bulannya, dan pada episode ke-9 untuk pertama kalinya diadakan secara offline. QT-PIE episode ke-9 menghadirkan tim ICT dengan tema menarik, yaitu “IT as an Enabler”.
Tim ICT memanfaatkan kesempatan ini untuk menegaskan bahwa peran mereka tidak sekadar mengelola teknologi dan digitalisasi. Lebih dari itu, ICT hadir sebagai mitra strategis yang menggerakkan berbagai solusi, mendukung arah dan strategi perusahaan, serta menjadi akselerator yang mendorong peningkatan kinerja bisnis secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Imron Wignyowiyoto, Business Analyst IT sekaligus narasumber, menjelaskan bahwa sejak tahun 2025 hingga akhir 2026, ICT tengah menjalankan program transformasi sistem dan data secara bertahap, terstruktur, dan berkelanjutan.
“Program ini menjadi bagian penting dari upaya perusahaan dalam memperkuat fondasi digital sekaligus meningkatkan efektivitas pengelolaan data dan sistem,” ujarnya.
Dalam proses transformasi tersebut, seluruh data dan aplikasi di PDC akan distandarisasi melalui satu framework terpadu serta satu basis data Single Source of Truth (SSOT). Standarisasi ini diharapkan membuat proses operasional perusahaan lebih efisien, mulai dari kemudahan perpindahan antar aplikasi, pengurangan rekapitulasi data manual, hingga penyajian laporan yang lebih akurat dan terintegrasi. Proses pengambilan keputusan pun dapat dilakukan lebih cepat berkat dukungan data yang konsisten dan terpusat.
Lebih dari sekadar peningkatan teknologi, standarisasi ini juga diharapkan berdampak positif pada kinerja organisasi secara keseluruhan.
Tidak hanya mempermudah pengelolaan sistem oleh tim IT, tetapi juga mendukung terciptanya proses kerja yang lebih efektif, kolaboratif, dan berbasis data di seluruh lini perusahaan.
Ke depan, transformasi ini diharapkan memperkuat posisi IT sebagai Business Unit strategis yang mengelola fondasi digital perusahaan. IT kini tidak hanya menangani gangguan teknis, tetapi juga menentukan standar arsitektur aplikasi, mengelola database perusahaan, menjaga kualitas dan konsistensi data, serta mendukung pengambilan keputusan dan implementasi strategi bisnis berbasis informasi yang akurat dan terintegrasi.
Keberhasilan transformasi ini tentu bukan hanya tanggung jawab tim IT. Implementasi SSOT dan standarisasi framework membutuhkan komitmen serta kerja sama dari seluruh unit kerja.
“Transformasi ini juga memerlukan dukungan aktif dari rekan-rekan Perwira untuk mematuhi standar yang telah ditetapkan dan disiplin dalam pengelolaan data, serta dukungan penuh dari manajemen dalam hal tata kelola,” tutup Imron.
Di akhir kegiatan, tim ICT menekankan pentingnya keamanan informasi. Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada people dan process. Dalam hal ini, Perwira PDC merupakan faktor kritis yang sering menjadi titik risiko terbesar dalam keamanan siber. Oleh karena itu, seluruh Perwira diimbau untuk tetap waspada dan teliti dalam penggunaan email, pengelolaan password, serta menjaga data dan dokumen perusahaan dengan bijak.