Jamkrindo

Kuliner China Versi Inggris Viral Di TikTok, Warganet Amerika Dibuat Bingung

Oleh Zahra Zahwa pada 03 Jan 2026, 17:47 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Makanan Chinese takeout ala Inggris tengah viral di TikTok dan memicu keheranan, bahkan kebingungan, di kalangan warga Amerika Serikat. Jika orang Amerika membayangkan Chinese food identik dengan General Tso’s chicken, chow mein, dan egg roll dalam kotak karton putih, gambaran tersebut ternyata jauh berbeda dengan versi Inggris.

Di Inggris, Chinese takeout berkembang menjadi kuliner khas tersendiri yang hampir tak mirip dengan versi Amerika. Perbedaan inilah yang membuat banyak pengguna TikTok asal AS bereaksi kaget, heran, hingga menyebutnya “mengerikan”.

“Saya tahu biasanya orang-orang di sini menuangkan saus kari ke seluruh mie,” ujar seorang TikToker Amerika dalam videonya saat mencoba Chinese takeout Inggris untuk pertama kali. Awalnya ragu, ia akhirnya mengaku menyukai perpaduan chow mein dengan saus kari tersebut.

Pencarian kata kunci “British Chinese food” di TikTok kini menampilkan ribuan video, mulai dari warga Inggris yang memamerkan pesanannya hingga turis asing yang mencicipinya untuk pertama kali. Minat ini melonjak sejak sebuah video TikToker Inggris pada 2023 yang menampilkan pesanan Chinese takeout favoritnya viral dan ditonton lebih dari 10 juta kali.

Banyak penonton Amerika terkejut karena Chinese food versi Inggris didominasi hidangan berwarna cokelat, kentang goreng, hingga saus kari. Perdebatan paling panas muncul dari satu pertanyaan besar: apa hubungan kentang goreng dan kari dengan makanan China?

Dari Cantonese Hingga Chips Dan Curry

Restoran China pertama di Inggris dibuka di London pada 1908. Menu awalnya diyakini terinspirasi masakan Kanton seperti nasi goreng, sweet and sour pork, chow mein, dan chop suey. Hingga kini, Chinese food di Inggris masih berakar pada masakan Kanton, dengan pengaruh Beijing dan Sichuan.

Hidangan ikoniknya antara lain crispy duck with pancakes, crispy chili beef, sweet and sour chicken balls, serta sesame prawn toast. Namun, seiring waktu dan penyesuaian dengan selera lokal, muncul bahan khas Inggris seperti chips atau kentang goreng tebal ala fish and chips.

Salah satu contoh paling populer adalah “salt and pepper chips dengan saus kari”, yang dianggap mencerminkan evolusi Chinese food Inggris. Hidangan unik lainnya termasuk crispy seaweed (sebenarnya kol goreng) dan chicken satay. Beberapa kota bahkan punya menu khas sendiri, seperti jar jow di London atau spice bag yang populer di Irlandia dan kini menyebar ke Inggris.

Sebaliknya, menu khas Chinese food Amerika seperti General Tso’s chicken atau crab rangoon hampir tidak ditemukan di Chinese takeout Inggris.

Cerminan Sejarah Diaspora China Di Inggris

Menurut Diana Yeh, dosen senior di City St. George’s, University of London, viralnya Chinese food Inggris di TikTok membuka diskusi penting tentang komunitas British Chinese yang selama ini kurang terlihat.

“Makanan ini mencerminkan sejarah komunitas China di Inggris itu sendiri,” ujarnya.

Kisah tersebut tergambar jelas dalam sejarah saus kari kental yang disajikan dengan chips. Resep ini diwariskan dari Lily Kwok, nenek dari Helen Tse, pemilik restoran Sweet Mandarin di Manchester. Kwok, yang lahir di Guangzhou pada 1918, memadukan teknik memasak China, India, dan Asia Tenggara saat berlayar ke Inggris pada 1950, hingga menciptakan saus kari khas yang “menempel sempurna pada chips”.

Kwok kemudian membuka Lung Fung pada 1959, Chinese takeaway pertama di Manchester. Ia menyesuaikan menu sepenuhnya dengan selera lokal, bahkan menjual steak dan pie. Model bisnis ini berkembang pesat pada 1970-an hingga 1980-an, ketika Chinese takeaway menjadi makanan cepat saji favorit Inggris.

Pada 1984, diperkirakan ada sekitar 7.000 restoran dan takeout China di Inggris jauh melampaui jumlah gerai McDonald’s saat itu. Meski Chinese food kerap dinobatkan sebagai takeout favorit Inggris, komunitas di baliknya tetap kurang mendapat sorotan.

Dari Stereotip Hingga Kebangkitan Keluarga

Helen Tse dan saudara-saudaranya sempat menjauh dari dunia kuliner akibat stereotip dan diskriminasi. Namun pada 2004, mereka memutuskan kembali membuka Sweet Mandarin untuk menghidupkan kembali warisan keluarga, termasuk saus kari legendaris nenek mereka. Restoran ini bertahan lebih dari dua dekade dan bahkan meraih penghargaan “Best Local Chinese Restaurant” di acara Gordon Ramsay pada 2009. Menanggapi komentar negatif di media sosial, Tse bersikap santai. “Masih ada ruang di dunia untuk berbagai jenis kuliner,” ujarnya.

Diana Yeh berharap tren viral ini bisa menjadi momentum untuk mengenali kontribusi besar komunitas British Chinese, terutama di tengah meningkatnya sentimen anti-imigran.

“Penting untuk mengingat bagaimana sejarah berbagai komunitas saling terkait dan betapa berharganya peran para migran bagi masyarakat Inggris,” katanya.