Laba Tembus Rp2,4 Triliun, Bulog Siap Bangun Pabrik Karung Plastik

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 09 Oct 2026, 15:55 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Perum Bulog berencana membangun pabrik karung plastik untuk memenuhi kebutuhan pengemasan beras yang terus meningkat. Jakarta akan menjadi lokasi pertama pembangunan pabrik tersebut sebelum rencana diperluas ke sejumlah pulau besar di Indonesia.

Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, pembangunan pabrik ini diperlukan karena kebutuhan karung untuk pengemasan beras sangat besar. Selama ini, Bulog belum memiliki fasilitas produksi karung plastik sendiri.

"Kami mendorong akan ke depan pembangunan pabrik karung plastik. Selama ini Bulog berdiri sekitar 10 tahun, kami heran, nggak punya pabrik karung plastik. Padahal kebutuhan karung luar biasa. Kita akan bangun pabrik karung plastik," kata Rizal di Kantor Bulog, Jakarta, Jumat (9/10/2026).

Menurut Rizal, pembangunan pabrik akan dilakukan secara bertahap di pulau-pulau besar di Indonesia. Jakarta dipilih sebagai lokasi awal karena dinilai lebih mudah untuk memulai proyek percontohan atau pilot project.

"Rencana kami akan kita bangun di pulau-pulau besar itu harus satu-satu. Yang pertama nanti ada di sini, di Jakarta supaya lebih mudah," ujarnya.

Rencana pembangunan pabrik ini sejalan dengan kinerja keuangan Bulog yang membaik. Hingga akhir September 2026, perusahaan mencatatkan keuntungan sebesar Rp2,4 triliun.

Rizal optimistis laba perusahaan akan terus meningkat hingga akhir tahun. Ia memproyeksikan keuntungan Bulog bisa mencapai Rp3 triliun pada akhir 2026.

"Bulog di bulan September kemarin, akhir September, bisa profit Rp2,4 triliun, dan diprediksikan di akhir tahun bisa tembus Rp3 triliun. Ini sejarah, sejarah sepanjang Bulog berdiri," kata Rizal.

Pembangunan pabrik karung plastik diharapkan dapat membantu Bulog memenuhi kebutuhan kemasan beras yang terus meningkat. Namun, perusahaan belum memaparkan nilai investasi, kapasitas produksi, maupun jadwal operasional pabrik dalam keterangan tersebut.

Dengan Jakarta sebagai titik awal, Bulog berencana mengembangkan fasilitas serupa secara bertahap ke wilayah lain. Rencana ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memenuhi kebutuhan karung plastik untuk operasional pengemasan beras.