Longsor Salju Terjang Broad Peak, 10 Pendaki Dilaporkan Hilang

Oleh Desti Dwi Natasya pada 01 Aug 2026, 16:48 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Sebanyak 10 pendaki dilaporkan hilang setelah longsoran salju menerjang Broad Peak, salah satu gunung tertinggi di dunia yang berada di Pegunungan Karakoram, Pakistan. Insiden tersebut terjadi saat rombongan tengah menjalankan ekspedisi menuju puncak gunung setinggi lebih dari 8.000 meter itu. 

Ekspedisi internasional tersebut dipimpin pendaki legendaris asal Nepal, Nirmal “Nims” Purja, yang dikenal lewat berbagai rekor pendakian dunia. Tim terdiri dari pendaki dari Nepal, Amerika Serikat, China, Oman, serta Pakistan. 

Alpine Club of Pakistan menyatakan menerima laporan mengenai longsoran salju yang menghantam tim pendaki sekitar tengah hari waktu setempat. Organisasi itu langsung berkoordinasi dengan pemerintah Pakistan untuk mempercepat operasi pencarian dan penyelamatan. 

“Segala upaya sedang dilakukan untuk memastikan dukungan helikopter dan sumber daya penyelamatan dapat dikerahkan sesegera mungkin,” demikian pernyataan Alpine Club of Pakistan. Namun, cuaca ekstrem dan kondisi medan pegunungan menjadi tantangan besar bagi tim SAR. 

Purja berada di Pakistan untuk melanjutkan proyek ambisius Hat-Trick Project. Program tersebut menargetkan pendakian 14 gunung di atas 8.000 meter dan Seven Summits sebanyak tiga kali. 

Nama Nirmal Purja dikenal luas setelah mencetak rekor dunia pada 2019 dengan menaklukkan 14 gunung tertinggi di dunia hanya dalam waktu enam bulan enam hari. Kiprahnya juga diangkat dalam film dokumenter Netflix 14 Peaks: Nothing Is Impossible. 

Laporan terbaru menyebut tim penyelamat telah menemukan beberapa korban meninggal, sementara sejumlah pendaki lainnya, termasuk Purja, masih dinyatakan hilang. Operasi pencarian terus dilakukan dengan dukungan helikopter dan pemantauan udara saat kondisi cuaca memungkinkan. 

Broad Peak merupakan gunung tertinggi ke-12 di dunia dan dikenal memiliki jalur pendakian yang sangat menantang. Risiko longsor salju, cuaca yang berubah cepat, serta medan ekstrem membuat gunung ini menjadi salah satu puncak paling berbahaya bagi para pendaki.