Lonjakan Penumpang KRL Tunjukkan Perubahan Gaya Hidup Warga Perkotaan

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 26 Apr 2026, 21:54 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Jumlah penumpang KRL Commuter Line di Jabodetabek terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir seiring perbaikan layanan dan integrasi transportasi.

KRL kini menjadi salah satu moda transportasi utama bagi masyarakat perkotaan. Kemudahan akses dan tarif terjangkau mendorong semakin banyak orang beralih dari kendaraan pribadi.

Peningkatan kualitas layanan dinilai menjadi faktor kunci. Sistem yang lebih andal membuat masyarakat merasa lebih nyaman dan aman menggunakan transportasi publik.

Data menunjukkan lonjakan signifikan di berbagai lintas. Di lintas Bogor, jumlah penumpang naik dari 102.054.022 pada 2022 menjadi 155.009.997 pada 2025.

Pada awal 2026 saja, lintas Bogor sudah melayani 38.203.481 penumpang. Angka ini menunjukkan tren pertumbuhan yang terus berlanjut.

Di lintas Cikarang, jumlah pengguna meningkat dari 55.660.235 pada 2022 menjadi 85.936.774 pada 2025. Sementara tiga bulan pertama 2026 mencapai 21.717.664 penumpang.

Lintas Rangkasbitung juga mencatat kenaikan dari 43.317.716 pada 2022 menjadi 77.552.716 pada 2025. Hingga Maret 2026, jumlahnya sudah mencapai 20.197.205 penumpang.

Pertumbuhan serupa terjadi di lintas Tangerang dan Tanjung Priok. Kenaikan ini menunjukkan perubahan pola mobilitas masyarakat secara bertahap.

Selain faktor kenyamanan, efisiensi biaya juga berperan besar. Tarif KRL yang terjangkau membantu masyarakat mengelola pengeluaran harian.

Dampak lainnya terlihat pada lalu lintas jalan yang lebih lancar. Penggunaan transportasi publik membantu mengurangi kemacetan dan risiko kecelakaan.

Lingkungan juga ikut merasakan manfaat. Berkurangnya kendaraan pribadi berkontribusi pada penurunan polusi udara di wilayah perkotaan.

KAI menilai peningkatan ini menunjukkan arah positif. Infrastruktur transportasi yang baik mampu membentuk kebiasaan baru masyarakat.