JAKARTA, Cobisnis.com – Arsitek modern kini tidak hanya merancang bentuk bangunan. Mereka juga menyusun cara orang bergerak, berinteraksi, dan merasakan sebuah ruang.
Pendekatan itu terlihat pada renovasi Perpustakaan Pusat Rotterdam di Belanda. Gedung tersebut dijadwalkan kembali dibuka pada 2030 setelah menjalani pembaruan besar.
Tim arsitek dari firma Belanda, Powerhouse Company, mempertahankan sejumlah elemen ikonik bangunan. Mereka tetap menjaga pipa ventilasi berwarna kuning, eskalator yang saling bersilangan, teras bertingkat, dan siluet industrial yang sudah dikenal masyarakat.
Namun, tim juga menghadirkan berbagai perubahan baru. Mereka menambahkan fasad kaca agar cahaya alami masuk lebih jauh ke dalam gedung.
Selain itu, mereka membuka akses masuk tambahan. Langkah itu menghubungkan kembali perpustakaan dengan jalan di sekitarnya dan alun-alun pasar.
Meski begitu, perubahan terbesar justru tidak langsung terlihat oleh pengunjung. Tim arsitek merancang ulang pengalaman pengguna saat berada di dalam bangunan.
Karena itu, renovasi tidak hanya berfokus pada tampilan fisik. Powerhouse Company juga mengatur ulang fungsi ruang agar perpustakaan menjadi ruang publik yang lebih nyaman dan mudah diakses.
Sementara itu, pendekatan tersebut mencerminkan perubahan peran arsitek saat ini. Mereka tidak sekadar menciptakan bangunan yang menarik secara visual, tetapi juga merancang pengalaman pengunjung sejak memasuki hingga meninggalkan sebuah tempat.
Di sisi lain, konsep tersebut semakin banyak diterapkan pada proyek-proyek publik. Arsitek kini menggabungkan desain, fungsi, dan interaksi sosial agar sebuah bangunan mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern.