Jamkrindo

Mengenali Siomay Berbahan Ikan Sapu-sapu: Warna Cenderung Gelap dan Aroma Lebih Menyengat

Oleh Hidayat Taufik pada 25 Jan 2026, 15:19 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Siomay yang dibuat dari ikan sapu-sapu memiliki karakteristik yang cukup berbeda dibanding siomay berbahan ikan konsumsi pada umumnya. Perbedaan tersebut dapat dikenali dari warna adonan, aroma, hingga cita rasa yang muncul sejak proses pengolahan sampai siomay siap disajikan.

Hal ini diungkapkan oleh seorang pedagang siomay yang menggunakan ikan sapu-sapu sebagai bagian dari bahan bakunya. Ia menyebutkan bahwa perbedaan tidak hanya terletak pada harga ikan yang lebih murah, tetapi juga pada tampilan dan bau yang lebih khas.

Mamat (51), pedagang siomay di sekitar Stasiun Duren Kalibata, Jakarta Selatan, menjelaskan bahwa daging ikan sapu-sapu memiliki warna yang lebih gelap dibanding ikan konsumsi seperti tenggiri atau bandeng. Warna tersebut menyerupai bakso dan berbeda dari siomay ikan segar yang umumnya tampak lebih cerah atau kemerahan.

“Kalau pakai ikan sapu-sapu, warnanya memang lebih gelap. Tidak seperti siomay ikan segar yang biasanya agak pink,” ujar Mamat saat ditemui, Kamis (22/1/2026).

Selain warna, aroma menjadi ciri yang paling mudah dikenali. Menurut Mamat, ikan sapu-sapu memiliki bau amis yang lebih kuat dibandingkan ikan konsumsi lain. Namun, bau tersebut bisa dikurangi dengan tambahan jeruk nipis saat pengolahan.

“Baunya memang lebih amis, tapi biasanya diakalin pakai jeruk nipis,” katanya.Dari segi rasa, Mamat menilai perbedaannya tidak terlalu mencolok jika daging ikan sudah dicampur bumbu. Meski begitu, karakter ikan sapu-sapu tetap bisa terasa, terutama jika digunakan dalam jumlah dominan.

Ia juga mengakui tidak selalu menggunakan ikan sapu-sapu sepenuhnya dalam adonan siomay. Terkadang, daging ikan tersebut dicampur dengan ikan konsumsi yang umum dijual di pasar.

“Enggak selalu 100 persen. Kadang dicampur dengan ikan lain,” ujarnya.Alasan penggunaan ikan sapu-sapu, lanjut Mamat, lebih didorong oleh faktor ekonomi. Harga yang lebih murah membuat ikan ini menjadi alternatif bagi pedagang. Meski begitu, ia beranggapan ikan tersebut tetap layak dikonsumsi.“Ya karena lebih murah. Sama-sama ikan, juga tidak beracun,” tuturnya.

Namun, perbedaan warna dan aroma ini kini membuat sebagian konsumen mulai lebih waspada dalam memilih siomay yang mereka konsumsi.