JAKARTA, Cobisnis.com – Midsummer menjadi salah satu perayaan budaya paling penting di Swedia setiap tahun. Tradisi ini berlangsung saat titik balik matahari musim panas atau hari terpanjang dalam setahun.
Meski negara Nordik lain juga merayakannya, banyak orang menganggap Swedia memiliki perayaan Midsummer paling ikonik. Bagi masyarakat Swedia, Midsummer bukan sekadar festival musim panas.
Selain itu, perayaan ini menjadi momen berkumpul bersama keluarga dan teman dekat. Banyak warga menghabiskan liburan di rumah musim panas yang tersebar di pedesaan maupun pesisir.
Sementara itu, hidangan tradisional menjadi bagian penting dari perayaan tersebut. Menu yang disajikan biasanya meliputi ikan haring acar, kentang muda berbumbu dill, salmon asap, bakso, dan kue stroberi.
Selain makanan, masyarakat juga menikmati minuman tradisional sambil menyanyikan lagu-lagu khas Midsummer. Sebelum makan bersama, warga biasanya mengikuti tradisi menari mengelilingi maypole.
Maypole merupakan tiang yang dihiasi daun birch dan bunga liar. Peserta akan bernyanyi, bergandengan tangan, dan bergerak mengelilingi tiang tersebut.
Namun, salah satu tradisi yang paling unik adalah tarian "The Little Frogs". Dalam tarian itu, peserta melompat seperti katak sambil menggerakkan tangan dan mengikuti lagu tradisional. Tradisi tersebut telah diwariskan selama beberapa generasi. Bahkan, hampir semua warga Swedia mengenalnya sejak usia anak-anak.
Selain itu, Midsummer juga dikenal dengan berbagai kepercayaan rakyat, termasuk tradisi meletakkan bunga di bawah bantal sebagai simbol harapan dan keberuntungan. Karena itu, perayaan ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya Swedia hingga saat ini.