Minim Interaksi Sosial Bisa Memperpendek Masa Hidup Sehat

Oleh Hidayat Taufik pada 23 Oct 2026, 13:12 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Minimnya interaksi sosial dan perasaan kesepian dikaitkan dengan berkurangnya masa hidup tanpa penyakit. Temuan penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications pada 20 Agustus 2026 ini menunjukkan pentingnya hubungan sosial bagi kesehatan jangka panjang.

Penelitian tersebut melibatkan 277.489 orang dewasa untuk mengkaji kaitan isolasi sosial dan kesepian dengan kondisi kesehatan. Hasilnya, orang yang mengalami kedua kondisi tersebut cenderung memiliki perkiraan masa hidup tanpa penyakit yang lebih pendek dibandingkan mereka yang tidak mengalaminya.

Meski sering dianggap serupa, isolasi sosial dan kesepian memiliki makna berbeda. Isolasi sosial berkaitan dengan terbatasnya waktu yang dihabiskan bersama orang lain, sedangkan kesepian merupakan perasaan kurang terhubung secara emosional. Karena itu, seseorang bisa memiliki banyak teman tetapi tetap merasa kesepian.

Pada individu berusia 50 tahun yang mengalami isolasi sosial sekaligus kesepian, perempuan diperkirakan memiliki masa hidup tanpa penyakit fisik 2,4 tahun lebih pendek. Sementara itu, pada laki-laki, perkiraan selisihnya mencapai 1,7 tahun.

Perbedaan juga ditemukan pada masa hidup tanpa gangguan kesehatan mental. Perempuan diperkirakan memiliki masa hidup tanpa gangguan tersebut 3,7 tahun lebih pendek, sedangkan pada laki-laki selisihnya mencapai 5,8 tahun.

Namun, hasil penelitian ini tidak serta-merta membuktikan bahwa kesepian menyebabkan seseorang jatuh sakit. Studi tersebut bersifat observasional, sehingga hanya menunjukkan adanya hubungan antara kondisi sosial dan kesehatan.

Terbatasnya hubungan sosial juga dapat membuat seseorang kesulitan menghadapi tekanan hidup. Dukungan dari orang terdekat dapat membantu menjaga kebiasaan sehat, mengenali perubahan kondisi kesehatan, serta mendorong seseorang mencari bantuan medis saat diperlukan.

Untuk memperkuat hubungan sosial, langkah sederhana bisa dimulai dengan menghubungi teman atau keluarga melalui telepon maupun pesan singkat. Mengikuti komunitas, kegiatan sukarela, kelas olahraga, atau kelompok hobi juga dapat membuka kesempatan untuk berinteraksi secara rutin.

Membangun hubungan yang dekat dan bisa diandalkan tidak harus dilakukan dengan memiliki banyak teman. Meluangkan waktu untuk berbicara secara terbuka dengan orang yang dipercaya dapat membantu menciptakan hubungan yang lebih bermakna.