Tidur Terganggu karena Terbangun Tengah Malam, Kenali Faktor Pemicunya

Oleh Hidayat Taufik pada 22 Oct 2026, 13:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Terbangun di tengah malam dan tidak bisa kembali tidur dapat mengganggu waktu istirahat. Jika sering terjadi, kondisi ini bisa menyebabkan tubuh kurang bertenaga dan membuat konsentrasi menurun keesokan harinya.

Pukul 03.00 dini hari kerap menjadi waktu ketika seseorang terbangun dari tidurnya. Meski demikian, kejadian tersebut tidak selalu menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.

Dikutip dari Verywell Mind, psikolog kesehatan yang mendalami stres dan insomnia, Julia Kogan, PsyD, menerangkan bahwa tidur berlangsung melalui beberapa siklus dengan durasi sekitar 90 hingga 100 menit. Pada paruh kedua malam, tidur biasanya menjadi lebih dangkal sehingga seseorang lebih rentan terbangun.

Selama seseorang masih dapat melanjutkan tidurnya dengan mudah dan tidak mengalami gangguan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari, kondisi ini umumnya tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Stres dan kecemasan menjadi salah satu faktor yang dapat mengganggu tidur. Beban pikiran terkait pekerjaan, hubungan, atau masalah pribadi dapat membuat seseorang tetap waspada meskipun sedang beristirahat.

Terapis Annie Miller, LCSW-C, menjelaskan bahwa stres yang berlangsung bersamaan dengan gangguan tidur berulang bisa membuat otak terbiasa terjaga pada waktu tertentu. Hal ini dapat menyebabkan seseorang terus terbangun pada jam yang sama, bahkan ketika pemicu stresnya mulai berkurang.

Faktor lain yang turut berpengaruh adalah perubahan kadar hormon kortisol. Hormon ini membantu tubuh menghadapi stres sekaligus mengatur ritme sirkadian, yaitu sistem biologis yang mengendalikan siklus tidur dan bangun.

Menjelang pagi, kadar kortisol secara alami meningkat untuk membantu tubuh bersiap beraktivitas. Namun, stres yang berlangsung lama berpotensi mengacaukan pola istirahat dan meningkatkan kemungkinan seseorang terbangun saat malam masih berlangsung.