Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat di Usia 50 Tahun

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Sep 2026, 17:57 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Muazin Masjidil Haram di Mekkah, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026 dini hari. Ia wafat pada usia 50 tahun setelah bertahun tahun mengabdi sebagai salah satu muazin di Masjidil Haram.

Al Madani diketahui mulai bertugas sebagai muazin Masjidil Haram sejak 2017. Selama menjalankan tugasnya, ia dikenal terutama karena mengumandangkan adzan Subuh dan takbirat.

Adzan terakhir Al Madani terdengar pada panggilan pertama salat Subuh, Senin pagi. Beberapa jam setelah mengumandangkan adzan tersebut, kabar wafatnya beredar dan mendapat perhatian dari jamaah serta masyarakat Muslim.

Al Madani lahir di Madinah pada 1976 dan tumbuh dalam keluarga religius. Kakeknya merupakan seorang penghafal Al Quran yang disebut memiliki pengaruh besar dalam perjalanan hidupnya.

Ia mulai mengumandangkan adzan ketika berusia 15 tahun di sebuah masjid dekat tempat tinggalnya di Madinah. Tugas tersebut dijalankan secara bergiliran bersama tiga tetangganya hingga ia menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi.

Setelah itu, Al Madani sempat berhenti menjadi muazin karena menjalani pekerjaan sebagai pengajar di luar Madinah. Pada 1428 Hijriah atau 2007 hingga 2008, ia kembali mengumandangkan adzan di Masjid Al Maddah.

Pengabdian di masjid tersebut kemudian membawanya ke Masjidil Haram. Al Madani resmi diangkat sebagai salah satu muazin Masjidil Haram pada 1439 Hijriah atau 2017 hingga 2018.

Al Madani merupakan salah satu dari 24 muazin utama Masjidil Haram. Dalam setiap harinya, enam muazin mendapat giliran untuk mengumandangkan adzan lima salat wajib dan adzan pertama untuk salat Subuh.

Selain mengumandangkan adzan, Al Madani juga menjalankan tugas tabligh. Ia menyampaikan takbir dan gerakan imam kepada jamaah melalui sistem pengeras suara Masjidil Haram.

Dalam sebuah wawancara, Al Madani pernah mengenang pengalaman pertamanya mengumandangkan adzan di Masjidil Haram. Ia mengaku terharu hingga menangis ketika melihat jamaah melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah sambil mendengar suara adzannya.

Al Madani juga pernah mengungkapkan rasa tidak percayanya ketika mendapat kesempatan mengumandangkan adzan di tempat suci tersebut. Ia bahkan pernah bertanya kepada dirinya sendiri, "Siapakah saya sehingga berani bersuara di tempat suci ini?"

Salat jenazah Al Madani dijadwalkan berlangsung setelah salat Asar pada Senin, 21 September 2026 di Masjidil Haram. Jenazahnya kemudian akan dimakamkan di Pemakaman Al Mualla, Mekkah.