Pegawai SPPG Bantul Kena Pecat Usai Ledek Siswi Korban MBG

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 21 Sep 2026, 11:13 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com - Badan Gizi Nasional atau BGN Regional Daerah Istimewa Yogyakarta memberhentikan Gerardus Permanaditya, pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi atau SPPG Dlingo, Bantul. Keputusan tersebut diambil setelah muncul video yang diduga mengolok olok siswi korban keracunan Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Koordinator Regional BGN DIY Wirandita Gagat Widyatmoko mengatakan pemberhentian dilakukan setelah penanganan sesuai ketentuan. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjaga standar perilaku, etika, dan profesionalitas jajaran penyelenggara MBG.

Gagat menyayangkan pernyataan yang disampaikan dalam video tersebut. Menurutnya, personel yang bekerja dalam program MBG tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga etika, empati, sensitivitas, serta tanggung jawab dalam berkomunikasi.

Ia menegaskan setiap kejadian yang berkaitan dengan keamanan pangan harus disikapi secara serius. Ketika ada penerima manfaat yang diduga terdampak, jajaran SPPG diminta mengedepankan kemanusiaan dan rasa saling menghormati, bukan menjadikannya bahan candaan.

BGN DIY juga mengingatkan seluruh personel SPPG untuk berhati hati saat menggunakan media sosial maupun menyampaikan pernyataan di ruang publik. Pernyataan dari personel SPPG dinilai dapat memengaruhi persepsi masyarakat terhadap pelaksanaan program MBG secara keseluruhan.

Kasus ini bermula dari video seorang pegawai SPPG di Bantul yang mengonsumsi ayam katsu sambil menyampaikan candaan mengenai hilangnya ingatan. Video tersebut kemudian dikaitkan dengan kasus siswi asal Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang sebelumnya dilaporkan mengalami gangguan ingatan setelah diduga terdampak keracunan MBG.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut menyoroti video tersebut. Ia menyayangkan pernyataan pegawai SPPG dan mengingatkan pentingnya menjaga ruang publik yang aman serta ramah, terutama agar anak anak tidak menjadi korban perundungan.

Gibran juga menyampaikan bahwa dua siswi asal Kabupaten Karo, Febiona Purba dan Agnesia Paruliana Silitonga, telah kembali ke rumah masing masing. Keduanya sebelumnya menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo atau RSCM dan disebut akan kembali bersekolah.

BGN DIY meminta seluruh jajaran tidak larut dalam polemik yang muncul. Peristiwa tersebut diarahkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan, memperkuat pengawasan, menjalankan SOP, serta memastikan keamanan pangan.

Gagat menekankan perhatian masyarakat terhadap program MBG saat ini semakin besar. Karena itu, jajaran SPPG diminta menjawab perhatian tersebut melalui kinerja, kedisiplinan, keamanan pangan, kualitas makanan, pelayanan, dan komunikasi yang lebih baik.