Nasdaq dan S&P 500 Catat Hari Terburuk 2026, Saham AI Rontok

Oleh Zahra Zahwa pada 06 Jun 2026, 13:29 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Bursa saham Amerika Serikat mengalami tekanan besar pada Jumat waktu setempat. Nasdaq dan S&P 500 mencatat penurunan harian terbesar sepanjang 2026.

S&P 500 turun 2,64 persen dan mengakhiri tren kenaikan selama sembilan pekan. Sementara itu, Nasdaq Composite merosot 4,18 persen. Penurunan tersebut menjadi yang terburuk sejak April 2025.

Selain itu, indeks Dow Jones kehilangan 695 poin atau sekitar 1,35 persen. Investor melepas saham setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat melampaui ekspektasi pasar. Ekonomi AS menambah 172.000 lapangan kerja pada Mei 2026.

Angka itu jauh lebih tinggi dibanding perkiraan sebelumnya. Karena itu, pelaku pasar mulai memperkirakan Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Bahkan, peluang kenaikan suku bunga pada Desember meningkat menjadi 43 persen. Sebulan lalu, peluang tersebut masih berada di level 26 persen. Meski data pekerjaan menunjukkan ekonomi tetap kuat, pasar justru merespons negatif.

Investor khawatir inflasi akan kembali menjadi fokus utama bank sentral. Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik menjadi 4,54 persen. Kenaikan yield biasanya mengurangi daya tarik investasi di pasar saham.

Di sisi lain, saham-saham kecerdasan buatan atau AI mengalami aksi jual besar. Sektor semikonduktor memimpin penurunan setelah reli kuat dalam beberapa pekan terakhir.

Selain itu, dana investasi yang melacak saham chip memori anjlok hingga 15 persen. Saham Broadcom turun tajam setelah perusahaan memberikan proyeksi pendapatan chip yang lebih lemah dari ekspektasi.

Laporan tersebut memicu kekhawatiran bahwa valuasi saham AI sudah terlalu tinggi. Sementara itu, saham Meta turun 5,5 persen. Penurunan terjadi setelah muncul laporan bahwa perusahaan berupaya menghimpun modal untuk ekspansi AI.

Tekanan juga melanda aset lainnya. Harga bitcoin turun lebih dari lima persen dan kembali berada di bawah level US$60.000. Selain itu, bitcoin telah kehilangan lebih dari 17 persen nilainya sepanjang pekan ini.

Harga emas juga jatuh lebih dari 3,5 persen. Akibatnya, seluruh kenaikan harga emas sepanjang tahun ini hampir terhapus. Indeks ketakutan pasar atau VIX melonjak sekitar 40 persen. Karena itu, sentimen investor berubah cepat dari optimistis menjadi waspada.

Para analis menilai peluang kenaikan suku bunga masih bergantung pada perkembangan inflasi dalam beberapa bulan mendatang. Namun, data tenaga kerja yang kuat telah mengurangi harapan pasar terhadap pemangkasan suku bunga tahun ini.