Netanyahu Tuduh Iran Berupaya Campuri Pemilu Israel

Oleh Desti Dwi Natasya pada 22 Oct 2026, 19:44 WIB

Benjamin Netanyahu mengklaim Iran dan sekutunya berupaya memengaruhi pemilu Israel pekan depan serta memperingatkan Teheran agar tidak ikut campur.

JAKARTA, Cobisnis.com - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim badan intelijen negaranya telah memperingatkan adanya potensi campur tangan Iran dan kelompok sekutunya dalam pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung pekan depan.

Dalam wawancara dengan The Jerusalem Post, Netanyahu mengatakan Iran dan kelompok yang bersekutu dengannya tengah mencari cara untuk memengaruhi jalannya pemilu.

Netanyahu memperingatkan Teheran agar tidak mengambil langkah tersebut dan mengancam akan memberikan respons keras jika dugaan campur tangan itu terjadi.

“Itu akan menjadi kesalahan besar bagi mereka karena kami akan merespons dengan kekuatan yang bahkan tidak bisa mereka bayangkan,” kata Netanyahu, dikutip dari Al Jazeera, Kamis (22/10/2026).

Selain menyoroti potensi campur tangan dalam pemilu, Netanyahu mengklaim Israel telah menyelesaikan “90 persen pekerjaan” dalam menghadapi Iran dan kelompok-kelompok yang didukungnya.

Meski demikian, ia menilai tantangan berikutnya adalah mencegah Teheran membangun kembali kemampuan militernya.

“Selama rezim Iran masih ada, mereka akan membangun kembali kemampuan mereka,” tandas Netanyahu.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah Israel masih memandang kemampuan militer Iran sebagai tantangan keamanan, sekaligus menyoroti kekhawatiran terhadap kemungkinan keterlibatan Teheran dalam proses politik domestik Israel.

Namun, klaim mengenai upaya Iran untuk memengaruhi pemilu tersebut merupakan pernyataan Netanyahu. Informasi itu belum disertai bukti terperinci dalam laporan yang menjadi sumber berita ini.