JAKARTA, Cobisnis.com – Tiga orang dilaporkan meninggal dunia akibat klaster penyakit Legionnaires di Kota New York, Amerika Serikat. Hingga Minggu, otoritas kesehatan mencatat sebanyak 74 kasus telah teridentifikasi.
Selain itu, delapan pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara itu, 51 pasien yang sebelumnya dirawat telah diizinkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Komisioner Kesehatan Kota New York, Dr. Alister F. Martin, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban. Ia mengatakan pemerintah kota turut berduka atas bertambahnya korban jiwa akibat penyakit tersebut di kawasan Upper East Side.
Pejabat kesehatan meyakini bakteri Legionella yang ditemukan pada menara pendingin gedung menjadi sumber utama penyebaran kasus. Karena itu, otoritas memeriksa sejumlah bangunan di kawasan tersebut.
Hasil pemeriksaan menunjukkan menara pendingin di 76 gedung mengandung bakteri Legionella. Setelah itu, pemerintah memerintahkan seluruh pemilik gedung menguras, membersihkan, dan mendisinfeksi fasilitas tersebut.
Pemerintah Kota New York menyatakan seluruh 76 gedung telah menyelesaikan proses pembersihan sesuai ketentuan. Selain itu, dinas kesehatan melaporkan jumlah kasus baru mulai menurun tajam sejak 8 Juli, sehingga menunjukkan upaya pengendalian wabah mulai membuahkan hasil.