JAKARTA, Cobisnis.com - Berinteraksi dengan hewan peliharaan selama ini diketahui dapat memberikan berbagai manfaat bagi manusia.
Namun, sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa manfaat tersebut mungkin juga berkaitan dengan cara pemilik berkomunikasi dengan hewan peliharaannya.
Peneliti dari University of Arizona mencoba melihat lebih jauh hubungan antara percakapan manusia dengan hewan peliharaan dan kondisi kesehatan mental pemilik. Untuk itu, mereka mengembangkan sistem bernama AURAL-Pet yang dirancang untuk menganalisis interaksi tersebut.
Penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Frontiers in Psychiatry pada 4 Agustus 2026 itu berupaya mengetahui pola komunikasi manusia dengan hewan dalam kehidupan sehari-hari.
Dara Jonkoski, penulis utama penelitian sekaligus kandidat Ph.D. di Department of Psychology University of Arizona, mengatakan penelitian ini dapat membantu memahami bentuk interaksi yang memberikan dampak positif.
"Dengan memahami perbedaan cara orang berinteraksi dengan hewan peliharaannya, kita bisa tahu gaya interaksi mana yang paling berdampak positif bagi kesehatan mental, baik untuk si pemilik maupun hewan itu sendiri," ujar Jonkoski dikutip dari berbagai sumber, Minggu (6/9/26).
Menurutnya, apabila ditemukan pola interaksi yang berkaitan dengan kondisi mental yang lebih baik, temuan tersebut dapat menjadi acuan bagi pemilik kucing maupun anjing dalam berinteraksi dengan hewan peliharaan.
Menganalisis ribuan rekaman
Dalam penelitian tersebut, sistem AURAL-Pet diuji menggunakan 5.072 rekaman percakapan yang melibatkan pemilik hewan peliharaan.
Rekaman berasal dari 240 partisipan dan dikumpulkan menggunakan perangkat perekam otomatis bernama Electronically Activated Recorder (EAR).
Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem pengodean tersebut dapat digunakan secara andal untuk penelitian mengenai hubungan manusia dan hewan di masa mendatang.
"AURAL-Pet adalah cara untuk menerjemahkan rekaman audio harian menjadi potret terukur (measurable snapshot) tentang bagaimana seseorang berhubungan dengan hewan peliharahannya," kata Jonkoski.
Sistem tersebut memungkinkan peneliti melihat frekuensi serta bentuk interaksi antara manusia dan hewan hanya berdasarkan percakapan yang berlangsung secara alami.
Dari berbagai rekaman, pemilik hewan diketahui tidak hanya berbicara langsung kepada peliharaannya. Mereka juga sering menceritakan aktivitas atau pikiran pribadi, membahas perilaku hewan, hingga membicarakan hal-hal sederhana seperti kondisi cuaca dan rencana yang akan dilakukan.
Megan Mueller, Profesor Interaksi Manusia-Hewan di Tufts University yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut AURAL-Pet sebagai pendekatan baru yang berpotensi membantu penelitian di bidang interaksi manusia dan hewan.
"Bagaimana cara kita berbicara dan berinteraksi dengan hewan peliharaan kemungkinan besar merupakan jendela penting untuk memahami persepsi kita terhadap hubungan tersebut dan potensi manfaatnya," kata Mueller.