No Condom, No Sex! Sutra Ga Main-Main Soal Seks Aman

Oleh M.Dhayfan Al-ghiffari pada 14 Feb 2026, 09:41 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – KONDOM SUTRA meluncurkan kampanye bertajuk “MAU KALO PAKE KONDOM” dengan pesan tegas dan nggak bertele-tele: kalau nggak pakai kondom, ya nggak mau. Sederhana, tapi maknanya dalam.

Di kehidupan nyata, banyak perempuan masih berada dalam posisi harus diyakinkan saat diajak berhubungan intim. Kalimat seperti “tenang aja”, “sekali doang kok”, sampai “aku tanggung jawab” masih sering jadi andalan.

Padahal buat perempuan, bilang “mau” bukan perkara gampang. Ada soal rasa aman, kesehatan, dan penghargaan terhadap diri sendiri yang ikut dipertaruhkan.

Lewat kampanye ini, Sutra ingin mengubah cara pandang soal kondom. Bukan lagi dianggap opsi terakhir, tapi bagian normal dari momen intim yang sehat dan setara.

Head of Marketing DKT Indonesia, Cut Vellayati, menegaskan pesan kampanye ini lugas. “Nggak mau kalau nggak pakai kondom. Kondom bukan pilihan tambahan, tapi bagian penting yang nggak bisa ditawar,” ujarnya.

Komedian dan public figure Pandji Pragiwaksono juga ikut bersuara. Ia menyebut, laki-laki sering mencari alasan agar tak perlu memakai kondom, padahal sikap tegas dari pasangan justru bikin aturan jadi jelas.

Dari sisi medis, kondom bukan cuma soal mencegah kehamilan. Dr. Erika, Clinical Training Manager DKT Indonesia, menegaskan bahwa kondom adalah satu-satunya alat yang bisa mencegah HIV, infeksi menular seksual, dan kehamilan tak direncanakan sekaligus.

Isu ini bukan sekadar urusan pribadi. Data global menunjukkan kasus IMS dan HIV masih jadi tantangan kesehatan publik, yang berdampak pada beban ekonomi dan sosial masyarakat.

Sebagai market leader lebih dari 30 tahun, KONDOM SUTRA menempatkan kampanye ini bukan cuma strategi pemasaran, tapi juga edukasi. Produk mereka diproduksi sesuai standar ISO 4074 dan spesifikasi WHO, melalui pengujian ketat demi keamanan.

Kampanye “MAU KALO PAKE KONDOM” juga menekankan bahwa perlindungan tidak mengurangi keintiman. Justru, ketika kedua pihak merasa aman, rasa percaya dan kedekatan emosional bisa tumbuh lebih kuat.

Lewat pesan ini, Sutra ingin mendorong perubahan budaya: komunikasi soal seks aman harus jadi hal biasa, bukan tabu. Tegas bukan berarti galak, tapi bentuk menghargai diri dan pasangan.

Di tengah meningkatnya kesadaran soal kesehatan reproduksi, kampanye ini hadir sebagai pengingat bahwa tanggung jawab dalam hubungan adalah milik bersama, bukan cuma satu pihak.