Jamkrindo

Noe Letto Siap Mundur dari DPN RI Jika Rekomendasinya Tak Dipakai dalam Setahun

Oleh Hidayat Taufik pada 24 Jan 2026, 16:22 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com — Tenaga Ahli Madya Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI, Sabrang Mowo Damar Panuluh atau Noe Letto, menyatakan kesiapannya untuk mengundurkan diri apabila kontribusinya dinilai tidak memberi dampak nyata dalam waktu satu tahun ke depan.

Noe menegaskan, tugas utama tenaga ahli di DPN RI adalah menyampaikan masukan berbasis pemahaman dan keahlian, serta menawarkan rekomendasi langkah konkret. Jika rekomendasi tersebut tidak pernah digunakan atau dipertimbangkan, ia menilai keberadaannya menjadi tidak relevan.

“Kalau saya sudah lama memberi rekomendasi tapi tidak pernah dipakai, ya berarti saya tidak berguna. Dalam kondisi itu, mundur adalah pilihan paling sederhana,” ujar Noe dalam pernyataannya di kanal YouTube Sabrang MDP Official, Jumat (23/1/2026).

Ia menyebut akan memberi waktu satu tahun untuk melihat sejauh mana perannya benar-benar dibutuhkan. Menurutnya, efektivitas menjadi ukuran utama, bukan jabatan atau posisi.

Noe juga menyadari adanya keraguan publik terhadap figur publik atau seniman yang masuk ke lingkaran kekuasaan. Ia menganggap skeptisisme tersebut wajar, mengingat menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pejabat berlatar belakang non-birokrasi.

“Saya sendiri tidak sepenuhnya nyaman dengan perjalanan ini.

Tapi kalau ada potensi kebaikan yang bisa dihasilkan, itu layak dicoba,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin melantik Noe Letto sebagai salah satu dari 12 Tenaga Ahli Madya DPN RI pada Kamis (15/1/2026).

Penugasan Noe difokuskan pada pemikiran strategis lintas disiplin, termasuk perspektif sosial, budaya, dan komunikasi strategis untuk mendukung kajian Dewan Pertahanan Nasional.