JAKARTA, Cobisnis.com - Perbedatan antara olahraga pagi atau malam, mana yang lebih baik masih menjadi perbincangan. Banyak orang memilih olahraga pagi karena mereka bisa merasakan paparan sinar matahari yang memberikan vitamin D secara 'gratis', serta mendapatkan udara yang segar.
Tetapi, tidak salah juga berolahraga malam hari. Karena, olahraga malam bisa memberikan relaksasi dan membantu tidur lebih nyenyak. Lantas, mana yang lebih baik, olahraga pagi atau malam?
Dijelaskan oleh spesialis tidur, mengapa olahraga pagi umumnya lebih disukai daripada olahraga malam hari.
"Kamu harus berolahraga, tetapi sebaiknya di pagi hari. Tidak semua orang bisa melakukannya di pagi hari, atau mereka tidak suka melakukannya di pagi hari, jadi mereka bisa melakukannya di malam hari, sebelum jam 7 malam," ujarnya dikutip dari Indianexpress, Minggu (20/9/2026).
Bagi mereka yang tidak bisa berolahraga di pagi hari, olahraga di malam hari masih bisa dilakukan , tetapi ia memperingatkan untuk tidak berolahraga larut malam.
"Berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mempersulit beberapa orang untuk bersantai dan tidur nyenyak," jelasnya.
Sementara, menurut Dr. Sunil Kumar K, Konsultan Utama Pulmonologi Intervensional, Rumah Sakit Aster CMI, Bangalore, India menyampaikan bahwa olahraga larut malam tidak selalu berbahaya bagi semua orang, tetapi olahraga secara intens menjelang waktu tidur dapat mempersulit beberapa orang untuk tertidur.
"Hal ini karena olahraga meningkatkan suhu tubuh, detak jantung, pernapasan, dan kewaspadaan, dan efek stimulasi tersebut mungkin membutuhkan waktu untuk terasa, terutama pada orang yang sudah sensitif terhadap gangguan tidur," ujar Dr. Kumar.
Menurutnya, tidak ada satu waktu terbaik untuk berolahraga bagi semua orang, dan waktu yang paling tepat adalah waktu yang dapat dilakukan seseorang secara konsisten.
Ia menekankan bahwa olahraga pagi atau siang hari mungkin lebih disukai oleh orang yang kesulitan tidur, tetapi pada saat yang sama, olahraga malam hari pun tetap bermanfaat dan tidak secara langsung menyebabkan kualitas tidur buruk.
Lebih lanjut, Dr. Kumar menyarankan, mereka yang perlu berolahraga di malam hari lebih baik untuk menyelesaikan latihan berat setidaknya 2–3 jam sebelum tidur.
Di sisi lain, Dr. Kumar berbagi bahwa aktivitas yang lebih ringan seperti berjalan kaki, peregangan, atau yoga ringan dapat dilakukan mendekati waktu tidur.
"Yang lebih penting, memperhatikan respons tidur kamu sendiri itu penting. Karena jika olahraga larut malam berulang kali dapat menunda tidur atau mengurangi kualitas tidur. Jadi, memindahkan waktu olahraga ke awal akan menjadi pilihan yang lebih baik," pungkasnya.