Pasca Gencatan Senjata, IRGC Atur Ulang Rute Kapal di Selat Hormuz

Oleh Desti Dwi Natasya pada 10 Apr 2026, 08:00 WIB

JAKARTA, Cobisnis.com – Rute baru selat hormuz irgc gencatan senjata menjadi langkah strategis dalam menjaga keamanan pelayaran di kawasan tersebut. Oleh karena itu, kebijakan ini diterapkan setelah kesepakatan penghentian sementara aktivitas militer.

Angkatan Laut Garda Revolusi Iran menetapkan jalur pelayaran baru bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Selain itu, keputusan ini diambil menyusul potensi ancaman ranjau laut akibat konflik di wilayah Teluk Persia.

Dalam pengumuman resminya, IRGC menyebutkan bahwa kapal wajib mengikuti rute yang telah ditentukan hingga situasi dinyatakan aman. Sementara itu, kondisi perang sebelumnya dinilai meningkatkan risiko terhadap jalur pelayaran utama.

Berdasarkan rute yang ditetapkan, kapal dari Laut Oman diarahkan menuju utara dan melintas di dekat Pulau Larak sebelum memasuki Teluk Persia. Selain itu, kapal yang keluar dari Teluk Persia harus bergerak ke selatan Pulau Larak menuju Laut Oman.

Langkah ini dilakukan untuk menghindari potensi bahaya dari ranjau anti kapal yang mungkin masih berada di perairan tersebut. Oleh karena itu, seluruh kapal juga diwajibkan menjaga komunikasi dengan otoritas IRGC selama pelayaran.

Koordinasi ini dinilai penting untuk mencegah kecelakaan dan memastikan keselamatan navigasi. Sementara itu, situasi keamanan maritim di kawasan masih dalam tahap pemulihan pasca konflik.

Setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata dengan Amerika Serikat dan Israel, IRGC menyatakan komitmennya untuk memulihkan stabilitas di Selat Hormuz. Selain itu, upaya ini diharapkan dapat menjaga kelancaran aktivitas perdagangan global yang melintasi jalur strategis tersebut.

Ke depan, pengawasan terhadap jalur pelayaran akan terus diperketat. Oleh karena itu, langkah ini menjadi bagian dari strategi untuk memastikan keamanan kawasan tetap terjaga.